"Wah, sudah tidak terhitung lagi berapa lembar ambal yang sudah di bawa kesini untuk minta dicucikan," kata Abdul Rozak, pemilik Pencucian Etam yang berada di kawasan Kelurahan Baru jalan AM Sangaji kepada KORANKALTIM.COM, Selasa (25/6/2019).
Rozak yang sudah memulai usaha jasa pencucian sejak belasan tahun silam ini mengaku memang tidak memiliki teknologi alat pressing khusus untuk mengeringkan karpet tebal.
Namun, meski menggunakan alat semprot yang sangat deras dan disikat secara manual oleh para pekerjanya, ia berkeyakinan karpet yang dicuci di tempatnya dijamin bersih dan tidak ada kotoran lagi yang menempel.
"Kita utamakan kebersihan, untuk ongkos cucinya bermacam-macam karena menyesuaikan dengan ukuran ambal yang dicuci. Jadi mulai dari yang ukuran kecil sampai yang sangat besar, mulai dari Rp30 ribu sampai Rp70 ribu per ambalnya," ungkapnya.
Rozak mengaku selang beberapa hari pascabanjir besar, pihaknya terpaksa menolak beberapa warga yang ingin mencucikan karpet di tempatnya. "Ya dulu kami terpaksa menolak mencuci ambal karena sudah menumpuk yang mempercayakan di pencucian kami, jadi kami tolak dan kami arahkan ke kawan-kawan yang juga memiliki jasa pencucian, hee bagi-bagi rejeki lah ya," demikian Rozak.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : M.Huldi
"Wah, sudah tidak terhitung lagi berapa lembar ambal yang sudah di bawa kesini untuk minta dicucikan," kata Abdul Rozak, pemilik Pencucian Etam yang berada di kawasan Kelurahan Baru jalan AM Sangaji kepada KORANKALTIM.COM, Selasa (25/6/2019).
Rozak yang sudah memulai usaha jasa pencucian sejak belasan tahun silam ini mengaku memang tidak memiliki teknologi alat pressing khusus untuk mengeringkan karpet tebal.
Namun, meski menggunakan alat semprot yang sangat deras dan disikat secara manual oleh para pekerjanya, ia berkeyakinan karpet yang dicuci di tempatnya dijamin bersih dan tidak ada kotoran lagi yang menempel.
"Kita utamakan kebersihan, untuk ongkos cucinya bermacam-macam karena menyesuaikan dengan ukuran ambal yang dicuci. Jadi mulai dari yang ukuran kecil sampai yang sangat besar, mulai dari Rp30 ribu sampai Rp70 ribu per ambalnya," ungkapnya.
Rozak mengaku selang beberapa hari pascabanjir besar, pihaknya terpaksa menolak beberapa warga yang ingin mencucikan karpet di tempatnya. "Ya dulu kami terpaksa menolak mencuci ambal karena sudah menumpuk yang mempercayakan di pencucian kami, jadi kami tolak dan kami arahkan ke kawan-kawan yang juga memiliki jasa pencucian, hee bagi-bagi rejeki lah ya," demikian Rozak.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : M.Huldi