“Hanya Matahari dan Food Mart yang tetap buka sejak awal banjir, itupun dengan kondisi karyawan terbatas dan minim pengunjung. Dihari pertama banjir, di Matahari yang biasanya ramai, terpantau hanya 40-an pengunjung saja yang datang. Itupun kemungkinan besar korban banjir yang mencari pakaian ganti,” ungkap Manajer Pemasaran dan Promosi Mal Lembuswana Deny Tombatu.
Hingga Kamis (13/6) kemarin, total kunjungan hanya mencapai sekitar 2000-an orang. Padahal diwaktu normal, mal ini bisa dikunjungi 15 ribu hingga 20 ribu pengunjung. Kerugian pun ditaksir miliaran. “Matahari dan Food Mart saja bisa mencapai transaksi ratusan juta dalam sehari. Di kali beberapa hari mereka sepi. Belum ditambah tenant lain. Perkiraannya, total kerugian miliaran rupiah,” sebut Deny.
Meski begitu, manajemen Mal Lembuswana memberikan keringanan bagi tenant non reguler yakni perpanjangan durasi sewa tanpa biaya tambahan. “Kondisi bencana seperti ini ya bagaimana lagi. Kami tetap harus memberikan layanan terbaik. Paling tidak memberikan solusi yang tetap saling menguntungkan,” pungkas Deny. (*)
Penulis : Adhi Abdhian
Edtor: Aspian Nur
“Hanya Matahari dan Food Mart yang tetap buka sejak awal banjir, itupun dengan kondisi karyawan terbatas dan minim pengunjung. Dihari pertama banjir, di Matahari yang biasanya ramai, terpantau hanya 40-an pengunjung saja yang datang. Itupun kemungkinan besar korban banjir yang mencari pakaian ganti,” ungkap Manajer Pemasaran dan Promosi Mal Lembuswana Deny Tombatu.
Hingga Kamis (13/6) kemarin, total kunjungan hanya mencapai sekitar 2000-an orang. Padahal diwaktu normal, mal ini bisa dikunjungi 15 ribu hingga 20 ribu pengunjung. Kerugian pun ditaksir miliaran. “Matahari dan Food Mart saja bisa mencapai transaksi ratusan juta dalam sehari. Di kali beberapa hari mereka sepi. Belum ditambah tenant lain. Perkiraannya, total kerugian miliaran rupiah,” sebut Deny.
Meski begitu, manajemen Mal Lembuswana memberikan keringanan bagi tenant non reguler yakni perpanjangan durasi sewa tanpa biaya tambahan. “Kondisi bencana seperti ini ya bagaimana lagi. Kami tetap harus memberikan layanan terbaik. Paling tidak memberikan solusi yang tetap saling menguntungkan,” pungkas Deny. (*)
Penulis : Adhi Abdhian
Edtor: Aspian Nur