Pihaknya juga tengah mempersiapkan pembangunan wahana pulau buatan di seberang Kampung Warna Warni. “Memang kami masih terkendala dengan anggaran. Tapi sudah diusulkan, semoga saja cepat turun,” ucapnya.
Ia menyebut, Kampung Warna Warni mampu bersaing dengan beberapa sektor wisata lain di Kabupaten Paser pada libur lebaran lalu. “Dari jumlah tiket saja kami bisa hitung yang datang pada lebaran ke dua mencapai seribu pengunjung, sampai hari ini petugas pengelola sudah menghabiskan kurang lebih 50 bal tiket,” ujarnya. Meski jumlah pengunjung mencapai seribu orang. Pihaknya tidak melakukan kenaikan tarif tiket masuk dan parkir. “Kami belum berani menaikan tarif. Karena sekarang kami mau fokus dulu di pembenahan fasilitas. Kalau fasilitas sudah mumpuni baru kami akan musyawarahkan lagi untuk permasalahan tiketnya,” terangnya.
Keberadaan Kampung Warna Warni sendiri dapat mengubah kondisi lingkungan yang awalnya menjadi lebih indah dan nyaman. “Syukurnya setelah ada konsep warna warni ini, warga yang tinggal di sini juga mau gotong royong untuk membangun dan merawat. Makanya sekarang banyak orang yang mau datang,” ungkapnya. Selain itu, perkembangan Kampung Warna Warni juga tidak lepas dari peran pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Termasuk upaya pengembangan yang kami gagas juga mendapat dukungan dari pemerintah. Semoga saja bantuannya cepat turun,” pungkasnya. (*)
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Hendra
Pihaknya juga tengah mempersiapkan pembangunan wahana pulau buatan di seberang Kampung Warna Warni. “Memang kami masih terkendala dengan anggaran. Tapi sudah diusulkan, semoga saja cepat turun,” ucapnya.
Ia menyebut, Kampung Warna Warni mampu bersaing dengan beberapa sektor wisata lain di Kabupaten Paser pada libur lebaran lalu. “Dari jumlah tiket saja kami bisa hitung yang datang pada lebaran ke dua mencapai seribu pengunjung, sampai hari ini petugas pengelola sudah menghabiskan kurang lebih 50 bal tiket,” ujarnya. Meski jumlah pengunjung mencapai seribu orang. Pihaknya tidak melakukan kenaikan tarif tiket masuk dan parkir. “Kami belum berani menaikan tarif. Karena sekarang kami mau fokus dulu di pembenahan fasilitas. Kalau fasilitas sudah mumpuni baru kami akan musyawarahkan lagi untuk permasalahan tiketnya,” terangnya.
Keberadaan Kampung Warna Warni sendiri dapat mengubah kondisi lingkungan yang awalnya menjadi lebih indah dan nyaman. “Syukurnya setelah ada konsep warna warni ini, warga yang tinggal di sini juga mau gotong royong untuk membangun dan merawat. Makanya sekarang banyak orang yang mau datang,” ungkapnya. Selain itu, perkembangan Kampung Warna Warni juga tidak lepas dari peran pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Termasuk upaya pengembangan yang kami gagas juga mendapat dukungan dari pemerintah. Semoga saja bantuannya cepat turun,” pungkasnya. (*)
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Hendra