Juliandra yakin fasilitas tersebut nantinya akan memberikan benefit dan semakin lama penumpangnya semakin naik. Dia mengakui meningkatnya jumlah penumpang Citilink menjadi salah satu tujuan dengan adanya fasilitas Wi-Fi saat terbang di dalam pesawat.
Sebab, meskipun maskapai LCC lainnya bisa memberikan fasilitas Wi-Fi di dalam pesawat namun terdapat perbedaan. “Wi-Fi mungkin ada di penerbangan LCC yang lain tapi tidak gratis,” tutur Juliandra.
Juliandra menegaskan Citilink juga menargetkan peningkatan penumpang milenial setelah adanya fasilita tersebut. Sebab saat ini, Juliandra mengatakan keterisian penumpang Citilink hingga Oktober 2018 baru mencapai 82 persen.
Meskipun begitu, presentase tersebut menurut Juliandra sudah menjadi angka yang baik.
“Di kondisi yang low season kita diangka 82 persen itu menurut saya baik dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu pada periode yang sama angkanya 78 persen,” ungkap Juliandra.
Dia mengatakan, dengan adanya fasilitas tersebut paling tidak dapat mebantu target jumlah penumpang yang diangkut Citilink pada tahun ini. Juliandra menuturkan Citilink menargetkan jumlah penumpang yang diangkut hingga akhir 2018 sebanyak 15 juta orang. Sementara hingga Oktober 2018, jumlah penumpang yang diangkut Citilink baru mencapai sekitar 12 juta orang.
Dalam menyediakan layanan Wi-Fi gratis, Garuda Grup bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Untuk tahun ini, Citilink akan mengaplikasikan layanan tersebut dimulai pada 28 Desember pada satu pesawatnya. Selanjutnya mulai dari Januari 2019, Wi-Fi gratis akan dipasang secara bertahap setiap bulannya satu pesawat. (rol)
Juliandra yakin fasilitas tersebut nantinya akan memberikan benefit dan semakin lama penumpangnya semakin naik. Dia mengakui meningkatnya jumlah penumpang Citilink menjadi salah satu tujuan dengan adanya fasilitas Wi-Fi saat terbang di dalam pesawat.
Sebab, meskipun maskapai LCC lainnya bisa memberikan fasilitas Wi-Fi di dalam pesawat namun terdapat perbedaan. “Wi-Fi mungkin ada di penerbangan LCC yang lain tapi tidak gratis,” tutur Juliandra.
Juliandra menegaskan Citilink juga menargetkan peningkatan penumpang milenial setelah adanya fasilita tersebut. Sebab saat ini, Juliandra mengatakan keterisian penumpang Citilink hingga Oktober 2018 baru mencapai 82 persen.
Meskipun begitu, presentase tersebut menurut Juliandra sudah menjadi angka yang baik.
“Di kondisi yang low season kita diangka 82 persen itu menurut saya baik dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu pada periode yang sama angkanya 78 persen,” ungkap Juliandra.
Dia mengatakan, dengan adanya fasilitas tersebut paling tidak dapat mebantu target jumlah penumpang yang diangkut Citilink pada tahun ini. Juliandra menuturkan Citilink menargetkan jumlah penumpang yang diangkut hingga akhir 2018 sebanyak 15 juta orang. Sementara hingga Oktober 2018, jumlah penumpang yang diangkut Citilink baru mencapai sekitar 12 juta orang.
Dalam menyediakan layanan Wi-Fi gratis, Garuda Grup bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Untuk tahun ini, Citilink akan mengaplikasikan layanan tersebut dimulai pada 28 Desember pada satu pesawatnya. Selanjutnya mulai dari Januari 2019, Wi-Fi gratis akan dipasang secara bertahap setiap bulannya satu pesawat. (rol)