Dia mengenang, di era 1950an begitu banyak usaha berkembang
di Makassar karena dibukanya izin bagi importir nasional. Namun, hanya satu
atau dua yang bertahan sampai saat ini.
"Faktor terpenting dari suatu bisnis itu etika dan
tujuannya. Bapak saya selalu mengajarkan, usaha itu pertama harus menyenangkan
orang lain, masyarakat, baru menyenangkan kita. Masyarakat harus senang, harus
terbantu," kata JK saat berbincang dengan media di Nipah Mall, Sabtu
(10/10/2018).
Lebih lanjut, JK mengingat ada beberapa bisnis di masa lalu
yang tidak dianjurkan oleh ayahnya, antara lain usaha beras, hotel dan
perbankan.
"Dia bilang, kau tidak boleh dagang beras karena baru
kau untung kalau orang susah," ujar Wapres.
JK melanjutkan, dalam perjalanannya ada satu-dua larangan
ayahnya yang dia langgar dan ternyata memang benar tidak sesuai alias tidak
berkah.
"Ayah saya bilang 'kau jangan bikin hotel', eh kita
bikin hotel dan ternyata tidak terlalu sukses. Dia juga melarang bikin bank
karena bisa cenderung [...] itu kita hindari. Lebih baik memakai bank, bukan
mempunyai bank," jelasnya.
Selain memuaskan pelanggan, filosofi lain yang tetap
dipegang teguh keluarga Kalla hingga kini adalah suatu usaha harus produktif
dan baik bagi masyarakat.
"Contohnya mall ini, harus menyenangkan masyarakat.
Kalau tidak menyenangkan masyarakat tidak akan menyenangkan kita juga,"
kata JK mengacu pada Nipah Mall yang dibangun PT Kalla Inti Karsa, anak usaha
Kalla Group. (cnbci)
Dia mengenang, di era 1950an begitu banyak usaha berkembang
di Makassar karena dibukanya izin bagi importir nasional. Namun, hanya satu
atau dua yang bertahan sampai saat ini.
"Faktor terpenting dari suatu bisnis itu etika dan
tujuannya. Bapak saya selalu mengajarkan, usaha itu pertama harus menyenangkan
orang lain, masyarakat, baru menyenangkan kita. Masyarakat harus senang, harus
terbantu," kata JK saat berbincang dengan media di Nipah Mall, Sabtu
(10/10/2018).
Lebih lanjut, JK mengingat ada beberapa bisnis di masa lalu
yang tidak dianjurkan oleh ayahnya, antara lain usaha beras, hotel dan
perbankan.
"Dia bilang, kau tidak boleh dagang beras karena baru
kau untung kalau orang susah," ujar Wapres.
JK melanjutkan, dalam perjalanannya ada satu-dua larangan
ayahnya yang dia langgar dan ternyata memang benar tidak sesuai alias tidak
berkah.
"Ayah saya bilang 'kau jangan bikin hotel', eh kita
bikin hotel dan ternyata tidak terlalu sukses. Dia juga melarang bikin bank
karena bisa cenderung [...] itu kita hindari. Lebih baik memakai bank, bukan
mempunyai bank," jelasnya.
Selain memuaskan pelanggan, filosofi lain yang tetap
dipegang teguh keluarga Kalla hingga kini adalah suatu usaha harus produktif
dan baik bagi masyarakat.
"Contohnya mall ini, harus menyenangkan masyarakat.
Kalau tidak menyenangkan masyarakat tidak akan menyenangkan kita juga,"
kata JK mengacu pada Nipah Mall yang dibangun PT Kalla Inti Karsa, anak usaha
Kalla Group. (cnbci)