Manajer Hotel Kyriad Sadurengas Ale Mahrus mengatakan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian bisnis perhotelan, yaitu nilai tukar rupiah, tingkat inflasi dan biaya.
“Jika tingkat inflasi meningkat dan nilai tukar rupiah, maka ini biasanya berakibat pada minat konsumen, Tapi dengan adanya fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan, maka dengan kondisi seperti ini kami masih bisa melakukan pelayanan,” ucap Ale.
Menurutnya, dengan adanya fasilitas hotel yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung mampu membantu perekonomian hotel dalam kondisi seperti ini.
“Selain fasilitas kamar, kami juga menyediakan fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung hotel, diantaranya sarana Olahraga, sarana hiburan, serta fasilitas Ruang yang dapat digunakan berbagai acara,” jelasnya.
Saat ditanya jumlah pengambilan buka kamar oleh pengunjung ia mengaku mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
“Kalau dari jumlah pengunjung yang membuka kamar saat ini masih dalam kondisi normal, karena memang ada waktunya jumlah pengunjung dari luar daerah menurun dan ada saatnya pengunjung dari luar ramai berdatangan,”Ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi pihak hotel melakukan penekanan pada biaya pengeluaran hotel.
“Dari jauh hari kami sudah melakukan beberpa upaya untuk mengantisipasi kondisi perekonomian hotel. Salah satunya dengan melakukan penekanan terhadap biaya pengeluaran. Artinya Kami melakukan perhitungan terperinci pada setiap pemberian pelayanan,” katanya.
Selain itu ia tetap berharap agar pemerintah setempat dapat mendukung para pelaku bisnis perhotelan di Kabupaten Paser.
“Tentu kami sangat berharap kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan didaerah agar tetap memberikan dukungan para pelaku bisnis perhotelan di kabupaten Paser. Apalagi dalam kondisi rupiah saat ini,” pungkasnya. (dc1217)
Manajer Hotel Kyriad Sadurengas Ale Mahrus mengatakan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian bisnis perhotelan, yaitu nilai tukar rupiah, tingkat inflasi dan biaya.
“Jika tingkat inflasi meningkat dan nilai tukar rupiah, maka ini biasanya berakibat pada minat konsumen, Tapi dengan adanya fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan, maka dengan kondisi seperti ini kami masih bisa melakukan pelayanan,” ucap Ale.
Menurutnya, dengan adanya fasilitas hotel yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung mampu membantu perekonomian hotel dalam kondisi seperti ini.
“Selain fasilitas kamar, kami juga menyediakan fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung hotel, diantaranya sarana Olahraga, sarana hiburan, serta fasilitas Ruang yang dapat digunakan berbagai acara,” jelasnya.
Saat ditanya jumlah pengambilan buka kamar oleh pengunjung ia mengaku mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
“Kalau dari jumlah pengunjung yang membuka kamar saat ini masih dalam kondisi normal, karena memang ada waktunya jumlah pengunjung dari luar daerah menurun dan ada saatnya pengunjung dari luar ramai berdatangan,”Ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi pihak hotel melakukan penekanan pada biaya pengeluaran hotel.
“Dari jauh hari kami sudah melakukan beberpa upaya untuk mengantisipasi kondisi perekonomian hotel. Salah satunya dengan melakukan penekanan terhadap biaya pengeluaran. Artinya Kami melakukan perhitungan terperinci pada setiap pemberian pelayanan,” katanya.
Selain itu ia tetap berharap agar pemerintah setempat dapat mendukung para pelaku bisnis perhotelan di Kabupaten Paser.
“Tentu kami sangat berharap kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan didaerah agar tetap memberikan dukungan para pelaku bisnis perhotelan di kabupaten Paser. Apalagi dalam kondisi rupiah saat ini,” pungkasnya. (dc1217)