Terkait dengan demonstrasi yang dilakukan pemuda-pemudi setempat terkait lapangan pekerjaan di salah satu perusahaan migas, seorang pembicara pada Workshop tersebut, dr. Taufiqurachman mengatakan sebenarnya ingin mengubah mindset atau pola pikir para pemuda agar tidak bergantung pada peluang bekerja di perusahaan.
“Sebenarnya miris, para remaja disini bersekolah hanya agar bisa bekerja menjadi karyawan perusahaan. Padahal, di Muara Badak ini potensinya besar. Masih banyak potensi-potensi lain yang bisa digali di sini,” ujarnya kepada Koran Kaltim, Sabtu (14/10).
Dari banyak potensi tersebut, lanjutnya, adalah UKM. Menurut Taufiq, dari komunitas Sahabat UKM sendiri sudah terbukti bahwa UKM sendiri bisa menghidupi beberapa warga setempat.
“Yang omzetnya sudah bagus, dan sudah punya banyak jejaring. Dan dari diskusi-diskusi yang kita lakukan hari ini, sudah terlihat ada beberapa anak yang sudah punya visi kedepannya seperti apa dalam berwirausaha dan itu bagus sekali,” tuturnya.
Workshop ini, terang Taufiq, akan bersambung hingga 2019 dengan acara yang disebut dengan Entrepreneurship Camp yang mana disitu akan dilakukan pembekalan-pembekalan terhadap para siswa yang akan didelegasikan.
“Outputnya nanti kita benar- benar mencari anak yang benar-benar mau bergerak dan di bidang Wirausaha dan kita usahakan apa yang mereka konsepkan hari ini benar-benar terealisasikan,” pungkasnya. (rf218)
Terkait dengan demonstrasi yang dilakukan pemuda-pemudi setempat terkait lapangan pekerjaan di salah satu perusahaan migas, seorang pembicara pada Workshop tersebut, dr. Taufiqurachman mengatakan sebenarnya ingin mengubah mindset atau pola pikir para pemuda agar tidak bergantung pada peluang bekerja di perusahaan.
“Sebenarnya miris, para remaja disini bersekolah hanya agar bisa bekerja menjadi karyawan perusahaan. Padahal, di Muara Badak ini potensinya besar. Masih banyak potensi-potensi lain yang bisa digali di sini,” ujarnya kepada Koran Kaltim, Sabtu (14/10).
Dari banyak potensi tersebut, lanjutnya, adalah UKM. Menurut Taufiq, dari komunitas Sahabat UKM sendiri sudah terbukti bahwa UKM sendiri bisa menghidupi beberapa warga setempat.
“Yang omzetnya sudah bagus, dan sudah punya banyak jejaring. Dan dari diskusi-diskusi yang kita lakukan hari ini, sudah terlihat ada beberapa anak yang sudah punya visi kedepannya seperti apa dalam berwirausaha dan itu bagus sekali,” tuturnya.
Workshop ini, terang Taufiq, akan bersambung hingga 2019 dengan acara yang disebut dengan Entrepreneurship Camp yang mana disitu akan dilakukan pembekalan-pembekalan terhadap para siswa yang akan didelegasikan.
“Outputnya nanti kita benar- benar mencari anak yang benar-benar mau bergerak dan di bidang Wirausaha dan kita usahakan apa yang mereka konsepkan hari ini benar-benar terealisasikan,” pungkasnya. (rf218)