Biasanya, pengusaha sawit bertransaksi di pegadaian untuk modal usaha. Saat ini, transaksi sudah tidak lagi seramai beberapa bulan lalu. “Biasanya para pengusaha sawit melakukan pinjaman untuk modal membeli pupuk. Nah, sekarang mereka sudah tidak berani lagi karena memang hasil dari sawit sangat rendah dan tidak mencukupi untuk pembayaran angsuran di pegadaian,”terangnya.
Terkait pelemahan nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, Pegadaian bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat guna memperkenalkan program Pegadaian.
“Kami punya produk yang tidak terpengaruh dengan kondisi pelemahan Rupiah, yaitu Tabungan Emas. Dengan tabungan ini setiap tabungan masyarakat yang masuk akan dikonversikan ke sejumlah emas,” terangnya.
Menurutnya, dengan melemahnya kondisi rupiah saat ini, masyarakat juga tidak melakukan penjualan emasnya. “Sampai saat ini masyarakat belum ada yang melakukan penjualan emasnya, kalaupun ada kami akan menyarankan agar digadaikan saja. Jadi emas yang ada masih tetap dimiliki,”terangnya.
Ditambahkannya, program tabungan emas cukup diminati. “Alhamdulillah setiap harinya ada saja nasabah yang membuka rekening tabungan emas, karena memang tabungan emas ini mampu bertahan meski kondisi rupiah menurun,” pungkasnya. (dc1217)
Biasanya, pengusaha sawit bertransaksi di pegadaian untuk modal usaha. Saat ini, transaksi sudah tidak lagi seramai beberapa bulan lalu. “Biasanya para pengusaha sawit melakukan pinjaman untuk modal membeli pupuk. Nah, sekarang mereka sudah tidak berani lagi karena memang hasil dari sawit sangat rendah dan tidak mencukupi untuk pembayaran angsuran di pegadaian,”terangnya.
Terkait pelemahan nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, Pegadaian bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat guna memperkenalkan program Pegadaian.
“Kami punya produk yang tidak terpengaruh dengan kondisi pelemahan Rupiah, yaitu Tabungan Emas. Dengan tabungan ini setiap tabungan masyarakat yang masuk akan dikonversikan ke sejumlah emas,” terangnya.
Menurutnya, dengan melemahnya kondisi rupiah saat ini, masyarakat juga tidak melakukan penjualan emasnya. “Sampai saat ini masyarakat belum ada yang melakukan penjualan emasnya, kalaupun ada kami akan menyarankan agar digadaikan saja. Jadi emas yang ada masih tetap dimiliki,”terangnya.
Ditambahkannya, program tabungan emas cukup diminati. “Alhamdulillah setiap harinya ada saja nasabah yang membuka rekening tabungan emas, karena memang tabungan emas ini mampu bertahan meski kondisi rupiah menurun,” pungkasnya. (dc1217)