“Ditimbang saja ayamnya. Apabila 2 kg, maka seharusnya membayar lebih, ya Rp32 ribu dikali 2, jadi minimal Rp64 ribu. Kalau ada ayam yang sampai Rp70 ribu, saya rasa itu waras-waras saja,” kata Saufan (26/6).
Dia juga menyebut harga ayam di beberapa pasar tradisional mulai turun meski belum signifikan. “Harganya sudah turun dan Rp65 ribu itu masih HET kan. Mungkin itu juga ayam yang ukurannya besar,” ucapnya.
Sehingga masyarakat disarankan untuk membeli daging ayam beku di pasar modern atau supermarket karena harganya yang lebih sesuai HET. Termasuk mendatangi pasar tradisional lainnya jika ada salah satu pasar yang kekurangan stok.
“Jangan satu pasar aja yang didatangi, ke pasar lainnya juga, dong. Kalau di pasar lain masih merasa mahal juga, ya ke pasar modern, supermarket. Belanja aja di sana, lebih murah,” sebutnya.
Mantan Direktur Utama PDAM ini juga meminta masyarakat untuk benar-benar memerhatikan ukuran dari daging ayam yang dijual pedagang. Pasalnya, daging ayam berukuran besar bisa saja bukan ayam ras.
“Kalau ayam petelur itu memang agak besar ya, fungsinya juga untuk bertelur. Tidak boleh ayam petelur dijadikan ayam pedaging. Nah, kalau ayam kampung, ya beda lagi ceritanya,” tutur Saufan.
Saufan meyakini harga ayam potong akan turun dan stabil dalam dua pekan ke depan. “Kalau sekarang harganya masih bertahan, saya rasa itu tidak akan lama dan normal saja,” tukasnya.
Berdasarkan pantauan Koran Kaltim di pasar Klandasan Balikpapan, harga daging ayam ras kembali naik menjadi Rp27 ribu setelah sebelumnya turun di Rp26 ribu per kg. “Stoknya langka karena pasokan dibatasi, makanya naik lagi,” kata Idul, seorang pedagang. (hn518)
“Ditimbang saja ayamnya. Apabila 2 kg, maka seharusnya membayar lebih, ya Rp32 ribu dikali 2, jadi minimal Rp64 ribu. Kalau ada ayam yang sampai Rp70 ribu, saya rasa itu waras-waras saja,” kata Saufan (26/6).
Dia juga menyebut harga ayam di beberapa pasar tradisional mulai turun meski belum signifikan. “Harganya sudah turun dan Rp65 ribu itu masih HET kan. Mungkin itu juga ayam yang ukurannya besar,” ucapnya.
Sehingga masyarakat disarankan untuk membeli daging ayam beku di pasar modern atau supermarket karena harganya yang lebih sesuai HET. Termasuk mendatangi pasar tradisional lainnya jika ada salah satu pasar yang kekurangan stok.
“Jangan satu pasar aja yang didatangi, ke pasar lainnya juga, dong. Kalau di pasar lain masih merasa mahal juga, ya ke pasar modern, supermarket. Belanja aja di sana, lebih murah,” sebutnya.
Mantan Direktur Utama PDAM ini juga meminta masyarakat untuk benar-benar memerhatikan ukuran dari daging ayam yang dijual pedagang. Pasalnya, daging ayam berukuran besar bisa saja bukan ayam ras.
“Kalau ayam petelur itu memang agak besar ya, fungsinya juga untuk bertelur. Tidak boleh ayam petelur dijadikan ayam pedaging. Nah, kalau ayam kampung, ya beda lagi ceritanya,” tutur Saufan.
Saufan meyakini harga ayam potong akan turun dan stabil dalam dua pekan ke depan. “Kalau sekarang harganya masih bertahan, saya rasa itu tidak akan lama dan normal saja,” tukasnya.
Berdasarkan pantauan Koran Kaltim di pasar Klandasan Balikpapan, harga daging ayam ras kembali naik menjadi Rp27 ribu setelah sebelumnya turun di Rp26 ribu per kg. “Stoknya langka karena pasokan dibatasi, makanya naik lagi,” kata Idul, seorang pedagang. (hn518)