Perwakilan BI Balikpapan Suharman Tabrani akhir pekan tadi.
Umumnya kenaikan kebutuhan uang juga didorong meningkatnya aktivitas masyarakat pada cuti atau libur yang lebih panjang, maupun faktor pembayaran tunjangan hari raya maupun gaji pegawai.
Meningkatnya kebutuhan uang tunai coba diantisipasi oleh bank sentral melalui strategi pelayanan kebutuhan uang tunai di perbankan maupun masyarakat melalui sistem pelayanan penukaran kepada masyarakat,
Bank Indonesian akan melakukan kas keliling rutin tiga kali seminggu, penukaran uang rusak dari Senin sampai Jumat, penukaran uang di Bazar Ramadan, penukaran di loket perbankan, penukaran bersama perbankan, dan kas titipan.
“Kebutuhan uang tunai yang harus dipenuhi oleh perbankan pada kedua momen tersebut aman,“ kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Suharman melaporkan perekonomian Balikpapan diprediksi terus membaik seiring perbaikan kinerja pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor konstruksi yang utamanya ditopang oleh pembangunan infrastrukstur, baik pemerintah maupun swasta.
Kata dia hal ini tentu berpengaruh terhadap kinerja perbankan yang terus mengalami peningkatan sejak akhir 2016 lalu.
Adapun pada triwulan I 2018, pertumbuhan tabungan sebesar 13,5% (yoy) diikuti pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,71%.
Sementara, penyaluran kredit kota Balikpapan tercatat tumbuh 6,7% (yoy), meningkat dibandingkan akhir 2018 lalu. Pertumbuhan itu didukung oleh pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 9,56% (yoy) disusul kredit konsumsi (6,74%-yoy) dan kredit investasi (3,75%-yoy). Adapun rasio NPL sejauh ini tercatat sebesar 8,6% pada Maret 2018, sedikit meningkar dibandingkan akhir 2017. (bis)
Perwakilan BI Balikpapan Suharman Tabrani akhir pekan tadi.
Umumnya kenaikan kebutuhan uang juga didorong meningkatnya aktivitas masyarakat pada cuti atau libur yang lebih panjang, maupun faktor pembayaran tunjangan hari raya maupun gaji pegawai.
Meningkatnya kebutuhan uang tunai coba diantisipasi oleh bank sentral melalui strategi pelayanan kebutuhan uang tunai di perbankan maupun masyarakat melalui sistem pelayanan penukaran kepada masyarakat,
Bank Indonesian akan melakukan kas keliling rutin tiga kali seminggu, penukaran uang rusak dari Senin sampai Jumat, penukaran uang di Bazar Ramadan, penukaran di loket perbankan, penukaran bersama perbankan, dan kas titipan.
“Kebutuhan uang tunai yang harus dipenuhi oleh perbankan pada kedua momen tersebut aman,“ kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Suharman melaporkan perekonomian Balikpapan diprediksi terus membaik seiring perbaikan kinerja pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor konstruksi yang utamanya ditopang oleh pembangunan infrastrukstur, baik pemerintah maupun swasta.
Kata dia hal ini tentu berpengaruh terhadap kinerja perbankan yang terus mengalami peningkatan sejak akhir 2016 lalu.
Adapun pada triwulan I 2018, pertumbuhan tabungan sebesar 13,5% (yoy) diikuti pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,71%.
Sementara, penyaluran kredit kota Balikpapan tercatat tumbuh 6,7% (yoy), meningkat dibandingkan akhir 2018 lalu. Pertumbuhan itu didukung oleh pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 9,56% (yoy) disusul kredit konsumsi (6,74%-yoy) dan kredit investasi (3,75%-yoy). Adapun rasio NPL sejauh ini tercatat sebesar 8,6% pada Maret 2018, sedikit meningkar dibandingkan akhir 2017. (bis)