Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Suparno Kasim mengatakan, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor pertanian khususnya padi saat ini. Dimana pekerjaan di sektor ini tidak bisa menarik minat generasi muda. Mengingat gengsinya yang berbeda dengan jenis pekerjaan di sektor lain, seperti pertambangan. “Jadi sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini merupakan generasi tua, tidak ada regenerasi lagi. Ini menjadi tantangan kita saat ini,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini masih dicari pola dalam pengembangan padi organik ini. Dimana hasil panen yang dihasilkan masih terlalu minim. Padahal potensi yang ada cukup besar dalam pengembangan padi ini di Bumi Batiwakkal. “Pemerintah akan berupaya dalam mengembangkan sektor ini kedepannya,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kaltim, Ibrahim menjelaskan bahwa potensi pertanian yang di Berau masih sangat besar. Untuk komoditas padi, Berau menempati urutan kelima di Kaltim, sementara pada komoditas jagung menjadi yang pertama dalam hal produksi.
Asisten II, Mansyah Kelana mewakili Bupati Muharram dalam sambutan memberikan apresiasi atas program yang telah dijalankan ini dalam pengembangan padi organik serta klaster ketahanan pangan. Melalui program ini diharapkan bisa mencapai ketahanan serta kemandirian pangan. “Tentu ini akan berdampak juga pada peningkatan perekonomian masyarakat dan menciptakan angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru. Saya harap program yang akan dijalankan ini jangan sendiri-sendiri, baik itu dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Harus bersinergi seluruhnya,” pungkasnya. (ind)