Namun demikian, saat ini pihaknya mengaku tak akan memenuhi semua permintaan yang masuk. Utamanya permintaan dari trader dari China. “Karena kebanyakan mereka beli, untuk di jual lagi ke pasa Eropha,” tukasnya.
Selain karena menghindari penjualan dengan harga murah, saat ini type perajin Ulap Doyo masih merupakan pekerjaan sampingan, meski di daerah sentra sekalipun. Karenanya, kapasitas produksi juga menyesuaikan permintaan yang masuk. Kain tenun yang terbuat dari tanaman Akar Doyo yang hanya hidup di pedalaman Kalimantan tersebut, menjadi perhatian karena keunikan, dan pembuatannya yang masih mengandalkan kemampuan menenun tangan.
Sebuah kain Ulap Doyo yang berukuran 40 x 100 centimeter, dikerjakan sekitar selama 4 sampai 5 hari. “Harganya bervariasi, kisarannya antara Rp400 sampai 500 ribu,” ucap Fuad.
Untuk bahan baku sendiri, beberapa perajin sudah mulai melakukan upaya budidaya guna mengatasi kelangkaan bahan baku. “Itu bisa di budidayakan, dan sudah ada yang melakukan budi daya,” tandasnya. (rs)
Namun demikian, saat ini pihaknya mengaku tak akan memenuhi semua permintaan yang masuk. Utamanya permintaan dari trader dari China. “Karena kebanyakan mereka beli, untuk di jual lagi ke pasa Eropha,” tukasnya.
Selain karena menghindari penjualan dengan harga murah, saat ini type perajin Ulap Doyo masih merupakan pekerjaan sampingan, meski di daerah sentra sekalipun. Karenanya, kapasitas produksi juga menyesuaikan permintaan yang masuk. Kain tenun yang terbuat dari tanaman Akar Doyo yang hanya hidup di pedalaman Kalimantan tersebut, menjadi perhatian karena keunikan, dan pembuatannya yang masih mengandalkan kemampuan menenun tangan.
Sebuah kain Ulap Doyo yang berukuran 40 x 100 centimeter, dikerjakan sekitar selama 4 sampai 5 hari. “Harganya bervariasi, kisarannya antara Rp400 sampai 500 ribu,” ucap Fuad.
Untuk bahan baku sendiri, beberapa perajin sudah mulai melakukan upaya budidaya guna mengatasi kelangkaan bahan baku. “Itu bisa di budidayakan, dan sudah ada yang melakukan budi daya,” tandasnya. (rs)