Total investasi PMA sebesar 1,28 miliar dolar itu setara dengan Rp22,73 triliun dengan catatan satu dolar AS rata-rata setara dengan Rp13.400. Sedangkan sumbangan dari Kutai Timur yang sebesar 711,56 dolar itu setara dengan Rp9,53 triliun.
Jumlah proyek PMA yang dikerjakan di Kutai Timur pada 2017 sebanyak 80 unit. Proyek ini mampu menyerap pekerja sebanyak 7.332 orang yang terdiri atas 7.305 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 27 Tenaga Kerja Asing (TKA).
Lapangan usaha untuk investasi PMA yang masuk ke Kutai Timur tersebut pada umumnya hampir sama dengan lapangan usaha yang masuk ke kabupaten/kota lain di Kaltim, yakni terdiri atas sektor primer, sekunder, dan sektor tertier.
Investasi dari sektor primer antara lain tanaman pangan, peternakan, kehutanan, dan pertambangan. Sektor sekunder seperti industri makanan, kayu, kertas, kimia, karet, dan logam. Sedangkan tertier antara lain listrik, konstruksi, perdagangan, hotel, dan transportasi.
Ia melanjutkan, investasi PMA terbanyak kedua adalah yang masuk ke Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebesar 17,94 persen atau senilai 230,62 juta dolar, setara dengan Rp3,09 triliun.
Sementara proyek yang dikerjakan sebanyak 119 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2.205 orang dengan rincian 2.187 TKI dan 18 TKA.
Berada di urutan ketiga adalah investasi PMA yang masuk ke Kota Balikpapan, yakni sebesar 13,36 persen atau 171,76 juta dolar, setara dengan Rp2,30 triliun dengan jumlah 132 proyek yang menyerap 412 TKI dan 21 TKA.
“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, investasi PMA paling sedikit pada 2017 adalah di Kabupaten Mahakam Ulu yang tercatat 2,78 juta dolar dengan 16 proyek. Paling sedikit kedua Penajam Paser Utara senilai 8,91 juta dolar dengan 20 proyek,” kata Diddy.(ant)
Total investasi PMA sebesar 1,28 miliar dolar itu setara dengan Rp22,73 triliun dengan catatan satu dolar AS rata-rata setara dengan Rp13.400. Sedangkan sumbangan dari Kutai Timur yang sebesar 711,56 dolar itu setara dengan Rp9,53 triliun.
Jumlah proyek PMA yang dikerjakan di Kutai Timur pada 2017 sebanyak 80 unit. Proyek ini mampu menyerap pekerja sebanyak 7.332 orang yang terdiri atas 7.305 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 27 Tenaga Kerja Asing (TKA).
Lapangan usaha untuk investasi PMA yang masuk ke Kutai Timur tersebut pada umumnya hampir sama dengan lapangan usaha yang masuk ke kabupaten/kota lain di Kaltim, yakni terdiri atas sektor primer, sekunder, dan sektor tertier.
Investasi dari sektor primer antara lain tanaman pangan, peternakan, kehutanan, dan pertambangan. Sektor sekunder seperti industri makanan, kayu, kertas, kimia, karet, dan logam. Sedangkan tertier antara lain listrik, konstruksi, perdagangan, hotel, dan transportasi.
Ia melanjutkan, investasi PMA terbanyak kedua adalah yang masuk ke Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebesar 17,94 persen atau senilai 230,62 juta dolar, setara dengan Rp3,09 triliun.
Sementara proyek yang dikerjakan sebanyak 119 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2.205 orang dengan rincian 2.187 TKI dan 18 TKA.
Berada di urutan ketiga adalah investasi PMA yang masuk ke Kota Balikpapan, yakni sebesar 13,36 persen atau 171,76 juta dolar, setara dengan Rp2,30 triliun dengan jumlah 132 proyek yang menyerap 412 TKI dan 21 TKA.
“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, investasi PMA paling sedikit pada 2017 adalah di Kabupaten Mahakam Ulu yang tercatat 2,78 juta dolar dengan 16 proyek. Paling sedikit kedua Penajam Paser Utara senilai 8,91 juta dolar dengan 20 proyek,” kata Diddy.(ant)