Sri mengatakan, pengalaman beberapa tahun silam, objek wisata sepi pengunjung saat buka di hari pertama lebaran. Sebab, hari itu merupakan momen bagi kaum muslimin untuk berkumpul dan bertemu sanak keluarga.
Adapun objek wisata yang dikelola Dispar Kukar di antaranya, Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame, Planetarium Jagad Raya, serta Pantai Tanah Merah Samboja. “Dispar tidak lagi mengelola Musium Kayu Tuah Himbah, atau yang lebih dikenal dengan Musium Kayu, karena sudah dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Disdikbud) Kukar, seiring berlakunya UU Nomor 23/2016 tentang Pemerintahan Daerah, serta penyesuaian Tupoksi OPD,”kata mantan Kabag Humas Pemkab Kukar ini.
Objek wisata yang paling padat pengunjung adalah Pulau Kumala, serta menjadi obyek wisata andalan Kaltim. Bukan hanya orang Kukar saja yang berkunjung ke pulau di tengah sungai tersebut. Banyak wisatawan domestik dari luar Kaltim berdatangan semenjak dibangunya jembatan Repo-Repo.
Di pulau tersebut, terdapat 100 lebih pelaku usaha, mulai dari usaha kuliner sampai jasa hiburan lainnya. “Sampai bulan ini saja, retribusi Pulau Kumala sudah mencapai Rp1,3 miliar. Jika kondisi pengunjung sangat padat personel dari objek wisata lainnya diperbantukan ke Pulau Kumala. Sayangnya petugas yang berjaga di objek wisata di Kukar tidak ada uang lembur, karena belum ada regulasi yang mendukung untuk pemberian uang lembur,”jelasnya.(ran)
Sri mengatakan, pengalaman beberapa tahun silam, objek wisata sepi pengunjung saat buka di hari pertama lebaran. Sebab, hari itu merupakan momen bagi kaum muslimin untuk berkumpul dan bertemu sanak keluarga.
Adapun objek wisata yang dikelola Dispar Kukar di antaranya, Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame, Planetarium Jagad Raya, serta Pantai Tanah Merah Samboja. “Dispar tidak lagi mengelola Musium Kayu Tuah Himbah, atau yang lebih dikenal dengan Musium Kayu, karena sudah dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Disdikbud) Kukar, seiring berlakunya UU Nomor 23/2016 tentang Pemerintahan Daerah, serta penyesuaian Tupoksi OPD,”kata mantan Kabag Humas Pemkab Kukar ini.
Objek wisata yang paling padat pengunjung adalah Pulau Kumala, serta menjadi obyek wisata andalan Kaltim. Bukan hanya orang Kukar saja yang berkunjung ke pulau di tengah sungai tersebut. Banyak wisatawan domestik dari luar Kaltim berdatangan semenjak dibangunya jembatan Repo-Repo.
Di pulau tersebut, terdapat 100 lebih pelaku usaha, mulai dari usaha kuliner sampai jasa hiburan lainnya. “Sampai bulan ini saja, retribusi Pulau Kumala sudah mencapai Rp1,3 miliar. Jika kondisi pengunjung sangat padat personel dari objek wisata lainnya diperbantukan ke Pulau Kumala. Sayangnya petugas yang berjaga di objek wisata di Kukar tidak ada uang lembur, karena belum ada regulasi yang mendukung untuk pemberian uang lembur,”jelasnya.(ran)