Ia pun mengakui dalam mendata TPK perhotel, masih ada perbedaan konsep antara pihaknya dengan pihak perhotelan. Habibullah meyakinkan pihaknya menghitung berdasarkan lama menginapnya pelanggan hotel.
“Biasanya kalau ada event (acara) pasti hunian meningkat. Namun tidak semua tamu memilih bermalam di hotel karena ada sebagian yang memilih di guest house,” urainya.
Selain itu, Habibullah juga menyatakan di balik meningkatnya TPK, nyatanya lama menginap para wisatawan justru berkurang.
“Khususnya pada Desember lalu hanya 1,67 hari sedangkan pada November sebelumnya bisa mencapai 2,47 hari tamu mancanegara menginap,” tuturnya.
Ia pun memprediksikan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan meningkatkan lagi jumlah hunian dan lamanya waktu menginap.
“Karena sudah pasti ada tamu dari orang luar Katlim. Namun tetap saja yang kami hitung hanya jumlah hunian dari hotel berbintang.
Terpisah Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli menambahkan pihaknya tetap optimis tahun ini, tingkat kunjungan di perhotelan bisa kembali naik.
“Hal ini juga beriringan dengan membaiknya perekonomian di Kaltim. Paling tidak April sudah mulai naik, karena ini momen Pilgub. Kita lihat trennya nanti,” demikan Zulkifli. (ms)
Ia pun mengakui dalam mendata TPK perhotel, masih ada perbedaan konsep antara pihaknya dengan pihak perhotelan. Habibullah meyakinkan pihaknya menghitung berdasarkan lama menginapnya pelanggan hotel.
“Biasanya kalau ada event (acara) pasti hunian meningkat. Namun tidak semua tamu memilih bermalam di hotel karena ada sebagian yang memilih di guest house,” urainya.
Selain itu, Habibullah juga menyatakan di balik meningkatnya TPK, nyatanya lama menginap para wisatawan justru berkurang.
“Khususnya pada Desember lalu hanya 1,67 hari sedangkan pada November sebelumnya bisa mencapai 2,47 hari tamu mancanegara menginap,” tuturnya.
Ia pun memprediksikan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan meningkatkan lagi jumlah hunian dan lamanya waktu menginap.
“Karena sudah pasti ada tamu dari orang luar Katlim. Namun tetap saja yang kami hitung hanya jumlah hunian dari hotel berbintang.
Terpisah Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli menambahkan pihaknya tetap optimis tahun ini, tingkat kunjungan di perhotelan bisa kembali naik.
“Hal ini juga beriringan dengan membaiknya perekonomian di Kaltim. Paling tidak April sudah mulai naik, karena ini momen Pilgub. Kita lihat trennya nanti,” demikan Zulkifli. (ms)