Shuyit mengaku hobi retro yang digelutinya menjadikannya sebagai pribadi yang menjunjung tinggi rasa kesetiakawanan dan komitmen dalam memodifikasi kendaraan serta berdampak positif pada kehidupan pribadinya.
“Rata-rata memang pecinta retro sejati di semua daerah Indonesia pasti memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi dan sikap rendah hati. Dalam membangun sebuah kendaraan juga harus dibutuhkan komitmen yang tinggi dan ini bisa berpengaruh positif pada kehidupan pribadi masing-masing pecinta retro,” ungkapnya.
Pria yang berprofesi sebagai mekanik spesialis body repair dan ducco di bengkel kenamaan yakni CPM Sangatta ini sudah melakukan single touring lintas pulau beberapa kali. Dengan jarak tempuh yang sangat jauh ditambah medan jalan yang dilalui begitu berat tak menyurutkan semangatnya yang cenderung nekat ini.
Dirinya menegaskan dalam menggeluti sebuah hobi patut diperhatikan konsistensi dan komitmen agar tidak terkesan ikut-ikutan dan memang murni berasal dari passion diri pribadi. “Istilah di pecinta retro itu ialah wani perih, bagaimana tidak dengan kondisi mobil yang sangat tua ditambah lagi kaki kaki kendaraan yang ceper, kita tetap nekat menyeberang pulau,” pungkasnya. (hei)
Shuyit mengaku hobi retro yang digelutinya menjadikannya sebagai pribadi yang menjunjung tinggi rasa kesetiakawanan dan komitmen dalam memodifikasi kendaraan serta berdampak positif pada kehidupan pribadinya.
“Rata-rata memang pecinta retro sejati di semua daerah Indonesia pasti memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi dan sikap rendah hati. Dalam membangun sebuah kendaraan juga harus dibutuhkan komitmen yang tinggi dan ini bisa berpengaruh positif pada kehidupan pribadi masing-masing pecinta retro,” ungkapnya.
Pria yang berprofesi sebagai mekanik spesialis body repair dan ducco di bengkel kenamaan yakni CPM Sangatta ini sudah melakukan single touring lintas pulau beberapa kali. Dengan jarak tempuh yang sangat jauh ditambah medan jalan yang dilalui begitu berat tak menyurutkan semangatnya yang cenderung nekat ini.
Dirinya menegaskan dalam menggeluti sebuah hobi patut diperhatikan konsistensi dan komitmen agar tidak terkesan ikut-ikutan dan memang murni berasal dari passion diri pribadi. “Istilah di pecinta retro itu ialah wani perih, bagaimana tidak dengan kondisi mobil yang sangat tua ditambah lagi kaki kaki kendaraan yang ceper, kita tetap nekat menyeberang pulau,” pungkasnya. (hei)