Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua Majelis Ulama Kabupaten Kukar, KH. Abdul Hanan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta pejabat lingkup Pemkab Kukar. Tak ketinggalan, hadir pula Kapolres Kukar, Dandim 0906/Kukar, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar, Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan bahwa Gema bukan sekadar agenda seremonial, tetapi gerakan nyata yang bertujuan membangun generasi Qur’ani yang kuat secara moral dan spiritual.
"Semoga apa yang kita laksanakan ini membawa kebaikan, menjadi amal ibadah, dan mendapat ridho serta berkah dari Allah SWT," jelasnya.
Gema yang digelar tahun ini merupakan tahun ketiga sejak pertama kali diinisiasi. Setiap tanggal 17 Ramadan, masyarakat Kukar berkumpul untuk membaca Al-Qur’an bersama, menjadikan momentum ini sebagai bagian dari perwujudan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Gerakan Etam Mengaji.
Bupati Edi menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud Kukar, yang menjadi motor utama dalam menyukseskan program ini di lingkungan pendidikan. Tak hanya itu, program ini juga dijalankan secara konsisten di organisasi perangkat daerah (OPD), masjid, langgar, dan musala di seluruh Kukar.
"Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kita mengawal dan memberikan dorongan motivasi agar kebiasaan membaca Al-Qur’an terus terjaga. Ini adalah bagian dari konsistensi kita dalam melaksanakan Gerakan Etam Mengaji," tuturnya.
Lebih dari sekadar acara tahunan, Gema bertujuan menciptakan budaya membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kukar.
"Mari bersama-sama kita bertekad menjadikan gerakan membaca Al-Qur’an ini sebagai kebiasaan kita. Tiada hari tanpa membaca dan belajar Al-Qur’an. Dengan begitu, kita akan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tangguh, yang kelak membawa kemajuan bagi Kutai Kartanegara," ujarnya.
Ajakan ini disambut baik oleh masyarakat dan peserta yang hadir. Banyak di antara mereka, terutama para pelajar, merasa termotivasi untuk semakin rajin membaca Al-Qur’an dan memahami isinya.
Seiring berjalannya waktu, Gerakan Etam Mengaji telah memberikan dampak nyata di Kukar. Kebiasaan membaca Al-Qur’an semakin meluas, bukan hanya di sekolah dan instansi pemerintah, tetapi juga di rumah-rumah warga.
"Semoga kegiatan ini terus menjadi bagian dari identitas masyarakat Kutai Kartanegara, membawa keberkahan, serta membentuk generasi yang berakhlak mulia," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur