Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi para anggota Redkar, yang memiliki peran vital dalam mendukung Dinas Pemadam Kebakaran dalam berbagai situasi darurat.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani biasa dipanggil Afe salah satu penggerak utama kegiatan ini, ada tiga tujuan utama dari pelatihan dan kompetisi yaitu sebagai silaturahmi antaranggota Redkar yang menjadi ajang pertemuan dan kebersamaan para relawan dari berbagai wilayah, mempererat hubungan mereka dalam satu visi kemanusiaan.
"Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan dan kapasitas SDM, inti daripada semua dalam konteks siaga membantu masyarakat," jelasnya.
Dilanjutkannya, peningkatan keterampilan dan kapasitas SDM, Redkar juga harus memiliki keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat, terutama di bulan Ramadan yang berpotensi meningkatnya risiko kebakaran.
"Melalui pelatihan ini, para relawan tidak hanya berlatih, tetapi juga dikompetisikan agar semakin siap menghadapi kondisi nyata di lapangan," ujarnya.
Afe menekankan Redkar tumbuh dan berkembang secara mandiri, bukan hanya sekadar "karbitan" dari Dinas Pemadam Kebakaran.
“Saya ingin Redkar ini kuat dari dalam, tumbuh dari diri mereka sendiri, bukan sekadar karena ada sosok tertentu di Dinas Pemadam. Ke depannya, siapa pun yang berada di dinas, Redkar harus tetap menjadi garda masyarakat," tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada inisiatif satu kali, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang.
“Yang penting kita mulai dulu. Lobang-lobang kecil kita tutupi, kekurangan kita kemas. Kalau mau membentuk satu tim khusus, ayo kita rintis dari sini," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur