Kepala Desa Selerong menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi prioritas karena dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dan keterampilan warga, ekonomi kreatif dapat membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Sebenarnya semua itu prioritas, tapi saya ingin coba fokus pada ekonomi kerakyatan dulu. Saya ingin menggerakkan ekonomi kreatif yang berbasis potensi desa, terutama yang berkaitan dengan pertanian, kerajinan, dan pariwisata,” ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong ekonomi kreatif, mulai dari pelatihan usaha, pendampingan UMKM, hingga penguatan pasar bagi produk lokal. Pemerintah desa juga menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas, guna memperluas jaringan pemasaran.
Selain ekonomi kreatif, ketahanan pangan menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi desa. Dengan sektor pertanian sebagai basis utama, desa berupaya meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan teknologi pertanian.
“Kita ingin desa ini mandiri secara ekonomi, dan ketahanan pangan adalah kunci. Kita dorong petani untuk menggunakan teknik pertanian yang lebih modern, sehingga hasil panennya lebih maksimal,” tambahnya.
Penguatan sektor pertanian ini juga diharapkan dapat mendorong berkembangnya produk olahan pangan berbasis lokal, yang nantinya menjadi bagian dari ekonomi kreatif desa.
Sektor pariwisata juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Selerong. Dengan keberadaan air terjun dengan jarak tempuh 30 meter, desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.
“Selerong punya air terjun yang luar biasa. Saya mau genjot pengelolaannya agar wisata ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Rencana pengembangan wisata meliputi peningkatan akses jalan menuju lokasi, pembangunan fasilitas pendukung, serta promosi yang lebih luas agar wisatawan tertarik berkunjung. Dengan berkembangnya wisata, diharapkan muncul berbagai usaha kreatif, seperti produk kerajinan tangan, kuliner khas, serta jasa pemandu wisata yang bisa dikelola oleh masyarakat setempat. (Adv)
Editor: Aspian Nur