Menurutnya dengan pengelolaan yang baik dan tepat, sampah bisa jadi bermanfaat dan bernilai ekonomi. Seperti yang telah dilakukan pada SD Negeri 002 Kecamatan Loa Kulu dan telah dilakukan pencanangan secara resmi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (11/2/2025).
“Sesuai tagline Bupati kebanggaan etam Pak Edi Damansyah dengan betulungan etam bisa semua hal pasti bisa dilakukan, seperti kolaborasi yang kami lakukan yakni pemerintah kecamatan, pihak SDN 002, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kukar bidang ekonomi dan DLHK Kukar Bidang Persampahan dan B3, kini sekolah tersebut jadi percontohan atau prototype program satu sekolah satu bank sampah,” kata Camat Loa Kulu Adriansyah kepada korankaltim.com, Rabu (5/3/2025).
Haji Oyeng sapaan akrabnya mengungkapkan, dengan pencanangan satu sekolah satu bank sampah di SDN 002 Loa Kulu ini maka siswa tidak cuma belajar di kelas, tapi juga diajarkan cara memilah sampah, mendaur ulang hingga mengubahnya jadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
“Namanya bank sampah tentu menjadi nilai ekonomi, jadi kita juga buka kan rekening khusus sehingga nantinya tak hanya turut berperan dari sektor lingkungan saja tapi juga berperan pada peningkatan ekonomi,” tegas Haji Oyeng.
Dari botol plastik sampai kertas bekas, semua bisa dikelola biar tidak sekedar jadi limbah, selain bantu lingkungan, program kni juga mengajarkan mindset zero waste dan circular economy sejak dini.
“Sasaran kegiatan ini nantinya seluruh sekolah SD, SMP, MTs, SMA dan SMK di Kecamatan Loa Kulu dengan tujuan mengedukasi kepada anak untuk peduli terhadap sampah untuk lingkungan sekolah maupun di rumah dari hasil tabungan sampah dapat dipergunakan anak-anak untuk kegiatan sekolah,” demikian Haji Oyeng. (Adv)
Editor: Aspian Nur