Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam mengelola sampah di tingkat rumah tangga sebelum akhirnya dibuang ke TPA.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kukar), Taufiq mengatakan TPS3R merupakan fasilitas yang memungkinkan masyarakat guna memilah sampah seperti sampah organik dari sisa makanan, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kaca akan didaur ulang. Dengan adanya TPS3R, dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA hingga 60 persen.
"TPS3R ini sebagai langkah pengurangan sampah di TPA kebetulan TPA Bekotok kita itu sudah tua, sehingga harus ada inovasi lagi," tuturnya, Kamis (27/2/2025).
Dengan adanya TPS3R ini juga, masyarakat diajak mengelola dan dapat mengantarkan sampah tersebut menjadi pundi rupiah, yang didistribusikan ke Bank Sampah sebelum masuk dalam TPA.
Area yang digunakan dalam optimalisasi TPS3R ini di wilayah Kukar yaitu Kecamatan Loa Kuku, Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Muara Badak.
Selain itu, untuk meminimalisir pencemaran lingkungan, sistem pengolahan sampah di TPA akan lebih memperhatikan proses pemilahan yang sejatinya telah dijalankan setiap paginya oleh pekerja pemilah yang kemudian dipisahkan sampai ke armada pengangkut.
Dalam jangka panjang, program ini bertujuan untuk memperpanjang usia TPA dan mengurangi pencemaran tanah dan air.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada TPA sebagai satu-satunya solusi untuk sampah, dan mempercepat proses transisi menuju kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
"Sembari menunggu kajian adanya TPA baru, langkah kami mengajak masyarakat mengurangi sampah dengan cara memilah dari rumah," tutupnya. (adv)