Kepala MAN 2 Kukar Ummi Puji Astuti bersyukur madrasah yang dipimpinnya terpilih sebagai salah satu kandidat yang bisa mengirimkan siswanya untuk mengikuti kegiatan Intensive Educational Short Course for Students in Madrasah di China oleh Kemenag RI.
Selanjutnya menyikapi keputusan Kemenag RI ini, MAN 2 Kukar langsung diarahkan untuk mengikuti zoom meeting terkait dengan detail kegiatan Short Course, termasuk kriteria siswa yang dikirim diantaranya adalah siswa yang berprestasi di aspek myers, berprestasi sesuai dengan karakter madrasah.
“Artinya diberikan kewenangan kepada madrasah untuk menyeleksi siswa-siswi yang akan dikirim ke China dengan beberapa pertimbangan kami bermusyawarah dengan tim manajemen madrasah bersama TU dan wakil kepala akhirnya kami memutuskan jatuhlah pilihan kami kepada Ananda Muhammad Haikal Al Fayed bin Haji Ismit Faisal,” kata Ummi kepada Korankaltim.com, Rabu (4/12/2024) sore tadi.
Dipilihnya Al Fayed ini tentu bukan tanpa alasan karena siswa asal Kota Tenggarong ini adalah Duta Budaya Kukar dan menjadi finalis pada ajang Grand Final Sadi dan Sengkaka yang merupakan ajang bergengsi pelestarian adat budaya garapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
“Kami berharap dengan diberangkatkannya ananda Fayed ini akan bisa mendongkrak nama madrasah selain itu juga tentunya yang sangat kami perlukan adalah ilmu yang diambilnya nanti di China ketika kembali bisa didesiminasikan atau dipublikasikan dan disebarluaskan kepada adik-adiknya dan kepada teman-temannya yang berada di madrasah,” ungkap Ummi.
Ini adalah pengalaman yang luar biasa yang nanti bisa diambil dari Fayed yang mewakili madrasah dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan tentunya mewakili Indonesia.
“Mudah-mudahan lancar dan tentunya atas nama kepala madrasah kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada orang tua Bapak Haji Ismit Faisal beserta keluarga atas support dan dukungan yang luar biasa hingga ananda Fayed bisa kita berangkatkan ke China,” ucapnya.
Hal senada diucapkan Kepala Kantor Kemenag Kukar Nasrun. Dirinya berpesan agar Fayed mampu menjaga sikap dan tentunya menunjukkan keunggulan karakter khas siswa-siswi didikan madrasah.
Bahkan, merasa bangga dan syukur karena diantara putra putri di madrasah dapat turut serta, terlebih tidak semua anak mempunyai kesempatan itu.
“Kami berpesan karena selain membawa pribadi Al Fayed sendiri juga membawa atas nama institusi dan negara, gunakan peluang ini sebaik-baiknya tunjukkan anak-anak madrasah itu karakternya bagus, ini misi budaya, selamat dan tentu ini sangat membanggakan,” ucap Nasrun. (Adv)
Editor: Erwin