Kepala DPMD Kukar Arianto didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa Asmi Riyandi Elvandar mengatakan pelaksanaan program ini sudah dilakukan sejak 6 November 2024 tadi.
“Kegiatan pemberian makanan bergizi itu kami bersepakat dengan kelompok masyarakat sudah sejak mulai 6 November tadi sampai 56 hari kedepan, semuanya desa/kelurahan se-Kukar,” kata Elvandar kepada korankaltim.com, Senin (25/11/2024).
Ia mengungkapkan program ini diberikan ke warga yang masuk pendataan pengukuran intervensi pencegahan stunting yang dilakukan bulan Juli lalu. Jadi balita yang masuk kategori gizi buruk dan gizi kurang mendapatkan program PMB.
“Ini upaya penanganan stunting, kalau dia tidak kita tangani maka masuk kategori stunting jadi sebelum dia masuk kategori stunting kita sudah berikan pencegahan karena kategori rawan stunting itu berat badan kurang, berat badan tidak naik gizi buruk ini yang kita tangani,” ungkapnya.
Program PMB ini menindaklanjuti program bantuan makanan tambahan yang jenisnya hanya berupa kudapan. Untuk PMB ini yang disajikan adalah makan berat dengan mendapatkan jatah dua kali sehari.
Dalam penyalurannya, Elvandar menegaskan tidak boleh menggunakan plastik dan styrofoam, harus menggunakan kemasan makanan yang sesuai standar kesehatan.
“Packaging plastik mika dan styrofoam tidak boleh, sesuai arahan dari tim Dinkes untuk pengemasan tidak boleh menggunakan plastik mika dan styrofoam,” tegasnya.
Oleh karena itu para petugas harus memperhatikan dan memenuhi standar pada kemasan serta pendistribusian makanannya. Dengan sudah jalannya program PMB ini harapannya ini sebagai role model untuk menyelenggarakan pemberian makanan bergizi gratis sebagai penekanan untuk pencegahan stunting. “Kita Kukar yang mendahului program ini, ini menjadi role model,” demikian Elvandar. (Adv)
Editor: Erwin