Sebelumnya telah diprediksi dan dianalisis akan ada jutaan orang berdatangan ke IKN, hal ini menjadi persoalan serius terutama dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Kecamatan Tenggarong Seberang, diperkirakan menyuplai 24 persen padi dari Kukar ke IKN, dalam arti luas pihaknya melaksanakan program pertanian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, semua telah dipersiapkan mulai mitigasi lahan pertanian, sarana dan prasarana (sapras), hingga kebutuhan pupuk dan bibit.
“Dari segi bibit, pupuk dan penanamannya semuanya luar biasa, alat-alat juga telah disubsidikan solar oleh dinas terkait dan kami juga bergerak di bidang peternakan dalam menjadi mitra IKN,” jelas Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono.
Sedangkan dalam bidang peternakan, masyarakatnya mayoritas membudidaya kambing, yang sebelumnya beberapa kelompok ternak dibantu oleh Pemkab dengan adanya bibit kambing, guna memenuhi kebutuhan daging hewan di Kukar.
“Ini sudah dilakukan dan cukup variatif ada yang berjual langsung ke media elektronik, atau siap antar ke berbagai daerah bahkan sampai luar Kukar,” ujarnya.
Dalam meningkatkan pangan di bidang pertanian dan peternakan, pihaknya juga meningkatkan jiwa para pemuda dengan giat melakukan sosialisasi, agar para petani muda juga dapat meneruskan bidang pertanian.
Dengan adanya Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai pemasok pangan, pihaknya juga sedang menuntaskan beberapa permasalahan yang kini dihadapi, salah satunya regenerasi petani yang masih minim.
Tego berharap para generasi muda di Kecamatan Tenggarong dapat meneruskan dan mengembangkan pertanian, sebab saat ini teknologi di bidang pertanian dibutuhkan termasuk juga SDM yang cakap.
“Dan ini menjadi PR kami bagaimana menggugah semangat anak muda, karena mindsetnya masih kerja di Perusahaan, padahal jika dipikir siapa yanh akan menggarap sawah orang tuanya, ini yang masih kami coba pendekatan perlahan ke para anak muda,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur