Kabupaten Tabanan ingin mengetahui sejauh mana penerapan program DDP ini telah berjalan di Kutai Kartanegara yang memiliki 193 desa 44 kelurahan. Dalam penerapannya program ini diharapkan mendapat dukungan semua pihak terutama masyarakat desa dan kelurahan yang menjadi lokus dilaksanakannya program yang dikerjasamakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
DPMD Kukar saat dikunjungi Kabupaten Tabanan turut menghadirkan perwakilan pemerintah desa kelurahan, dipilihlah Lurah Baru sebagai salah satu narasumber pada kegiatan ini. Dalam penjelasannya, Lurah Baru Bayu Ramanda Bani Nugraha menerangkan pihaknya sebelum melakukan sosialisasi terkait program DDP ini, terlebih dahulu memanggil seluruh pengurus RT.
“Kami panggil dulu para ketua RT bahwa ada pertemuan dengan petugas dari IPB, kemudian menjelaskan gambaran umum terkait program DDP baik itu penjelasan administrasi dan penjelasan teknis,” kata Bayu saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Sabtu (23/11/2024).
Persamaan persepsi terkait DDP kepada seluruh pengurus RT ini sangat penting karena nantinya kawan-kawan RT lah yang menjadi sumber informasi lanjutan terkait DDP ini. Selain itu Bayu juga mengintruksikan kepada seluruh aparatur kelurahan untuk turut serta mensukseskan program DDP ini.
“Ini penting sehingga masyarakat yang dilakukan pendataan untuk DDP ini nantinya paham dan tidak menolak diri ketika ada petugas yang melakukan pendataan. Sangat riskan kalau tidak kita berikan sosialisasi dulu karena DDP ini mendetail hingga rekening bank warga juga ditanyakan,” tegasnya.
Jika tidak cerdas dalam menyikapi program ini maka DDP tidak bisa dilakukan di suatu desa atau kelurahan tersebut. “Intinya kepala pemerintahan yakni Lurah dan Kades nya siap menyambut program ini, karena kalau tidak ya mustahil bisa dilaksanakan karena pasti banyak warga yang menolak untuk dilakukan pendataan,” demikian Bayu. (Adv)
Editor: Erwin