Arianto mengungkapkan di Desa Tani Baru ini pemukiman penduduknya terpisah-pisah, yaitu ada tiga dusun yang terpisah-pisah sehingga layanan listrik PLN tidak bisa menyentuh kepada masyarakat.
“Dia terpencar-pencar ada tiga dusun yang terpencar yang baru mendapatkan layanan PLN itu baru satu dusun, dua dusunnya itu belum karena dia di tengah laut tidak bisa ada kabel yang masuk,” ungkapnya.
Dengan demikian kebijakan Pemkab Kukar melalui DPMD yaitu program Terang Kampongku sangat tepat membangun PLTS komunal, dan yang baru bisa dibangun PLTS komunal itu baru satu dusun, sedangkan untuk dusun satunya lagi tidak bisa dibangun PLTS komunal, karena rumah penduduknya mengikuti usaha tambak perikanan yang mereka punya.
“Jadi terpencar-pencar nah ini kita menemukan lagi kesulitan-kesulitan dalam upaya memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat Kutai Kartanegara. Namun kita tidak boleh menyerah harus kita tetap layani jadi untuk masyarakat yang tidak bisa diberikan listrik oleh PLN kita fasilitasi menggunakan PLTS komunal,” terangnya.
Namun kebijakan ini dipertuntukkan bagi kawasan permukiman yang berkelompok, kemudian penduduk yang pemukimannya terpencar itu nanti difasilitasi dengan tenaga surya perseorangan, sehingga semua masyarakat bisa mendapatkan listrik.
“Kita melakukan monitoring itu untuk memastikan mana menggunakan tenaga surya mana yang belum, jadi untuk kita usulkan supaya bisa mendapatkan tenaga surya yang perseorangan itu makanya saya langsung turun kemarin sebagai upaya percepatan,” bebernya.
Adapun target PLTS komunal ini di pertengahan Desember 2024 sudah bisa rampung dan masyarakat setempat sudah bisa menikmati listriknya di Desa Tani Baru. Pihaknya pun optimis pembangunan ini bisa selesai di pertengahan Desember.
“Makanya kami kemarin dengan konsultan dengan pemerintah desa dan penyedia itu sudah membuat schedule, karena membangun PLTS komunal itu harus ada panggungnya, karena ada di daerah air dan kita bersepakat 10 hari selesai, kemudian setelah itu baru dipasang alat elektrofikasinya dan itu kan tinggal memasang saja lagi makanya kita menyepakati bahwa nanti paling lambat tanggal 5 itu sudah selesai,” ujarnya.
Kemudian ketika pembangunan panggungnya sudah tuntas maka tanggal 6 Desember sudah mulai dikerjakan elektrofikasinya, sambil berjalan dikerjakan juga Penerangan Jalan Umum (PJU) nya dan jaringan instalasi rumah-rumah warga di sana. Ditekankan dan dijadwalkan seperti ini sehingga target di pertengahan Desember itu bisa tercapai. Arianto berharap semua pihak harus terlibat karena kalau tidak seperti itu maka ada mis-komunikasi misalnya elektrofikasi sudah siap ternyata untuk panggungnya belum siap.
"Makanya sambil menunggu panggung selesai dikerjakan misalnya PJU-nya dikerjakan instalasi rumahnya, itulah yang kemarin kita detail-kan Alhamdulillah sudah selesai semua tinggal pelaksanaan dan sudah start semua saat ini," demikian Arianto. (Adv)
Editor: Erwin