Disampaikan Kepala Desa Sebuntal, Herman menyebutkan saat ini pihaknya tengah memprioritaskan Sumber Daya Alam (SDA) berupa padi karena mayoritas warganya banyak berprofesi menjadi petani.
Beberapa hal masih menjadi persoalan yang harus segera dituntaskan seperti saluran irigasi sawah. “Mudah-mudahan bendungan selesai, semua bisa terealisasi sekitar 900 hektar lumbung padi,” jelasnya, Kamis (21/11/2024).
Pihaknya juga akan membangun bendungan guna irigasi pertanian, jika sewaktu-waktu terdapat musim kemarau bendungan itu dapat menjadi alternatif aliran air sampai ke sawah-sawah.
Herman mengatakan saat ini, kelompok tani di desanya sedang membutuhkan saprodi berupa pupuk ataupun penunjangkan alat pertanian lainnya, ia juga berharap di musim yang silih berganti tak menentu ini petani dapat tidak mematahkan semangat para petani meningkatkan produktivitasnya.
“Kaki berharap seperti jalan menuju pertanian ataupun cuaca ini bisa segera diselesaikan secara bertahap,” tuturnya.
Ia menekankan, dalam hal ini juga yang masih menjadi persoalan Desa Sebuntal terkait dengan infrastuktur jalanan yang masih rusak, sebab lalu lintas juga mempengaruhi arus ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, jalan sudah terhubung dengan jalan provinsi mudah-mudahan Desa Sebuntal bisa lebih baik secara umum berkaitan dengan pertanian,” ujarnya.
Herman berharap Desa Sebuntal juga bisa mengurangi polusi karbon karena transportasi alat berat maupun truk yang melintas di jalan utama Desa Sebuntal. “Terkait dengan polusi karbon mudah-mudahan bisa segera kita selesaikan, kami masih mencari alternatif untuk masyarakat,” tutupnya. (adv)