Camat Sangasanga, Dachriansyah, mengatakan bahwa lahan pertanian seluas 200 hektare (ha) di wilayahnya mampu menghasilkan sekitar tiga ton padi per hektare dalam sekali panen.
“Saat ini hanya 10 persen, warga yang berprofesi sebagai petani, lahan pertanian di Sangasanga tetap miliki potensi besar dengan hasil panen yang cukup signifikan,” jelas Dachriansyah.
Upaya yang dilakukan pemerintahan kecamatan ini sejalan dengan program Bupati Kutai Kartangera (Kukar) yang menjadikan Kukar sebagai pemasok lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Agar meningkatkan produktivitas, Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) telah memberikan berbagai dukungan mulai dari Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit serta pupuk.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para petani karena dapat meningkatkan hasil panen sekaligus meringankan beban mereka dalam bercocok tanam,” lanjutnya.
Dachriansyah juga mengapresiasi adanya tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sangasanga yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang menurutnya berperan strategis dalam membantu petani, termasuk mengakses bantuan pemerintah dan mengoptimalkan program peningkatan hasil pertanian.
“Keberadaan Gapoktan yang tergabung dalam KTNA sangat membantu petani untuk mengembangkan lahan serta memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal,” katanya.
Meskipun Sangasanga memiliki masyarakat yang majemuk, Dachriansyah optimistis sektor pertanian dapat menjadi pilar penting bagi perekonomian kecamatan, bahkan turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat kabupaten. (Adv)
Editor: Erwin