Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Arianto. Menurutnya adanya kunjungan menteri ini pihaknya mendapatkan arahan langsung dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMPD Kaltim). Setidaknya ada dua Kabupaten yang akan mendapatkan kunjungan yakni Kutai Timur dan Kukar.
Kunjungan tersebut telah dirapatkan dengan pihak terkait, jadwal yang diberikan yakni 2-5 Desember karena kementerian ingin meninjau kualitas kopi dan sawit yang diberdayakan oleh pemerintah desa setempat.
“Dalam rapat persiapan, rencana pak menteri Yandri melalui direktur bina pemdes, pak menteri menginginkan bagaimana potensi di desa tersebut bisa maju, sehingga dilakukan peninjauan,” jelasnya, Kamis (14/11).
“Rute perjalannya nanti dimulai di Kutim baru ke Kukar,” tambahnya.
Desa yang direncanakan akan dikunjungi oleh menteri yakni Desa Perangat Baru, di sana terdapat komoditas berupa kopi yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat dengan luas kurang lebih 25 hektar.
Dari rencana kunjungan tersebut, pihak kementerian akan mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam mengelola potensi perkebunan. Terlebih pasar kopi olahan Desa Perangat Baru telah mencapai taraf Internasional.
“Jadi nanti yang dilihat dari Kukar di Desa Perangat Baru yakni komoditas kopi, bahkan nanti di dorong untuk mengelola dan mengembangkan Bumdes secara modern,” ungkapnya.
Menariknya dalam kunjungan tersebut, nantinya pihak Menteri akan menginap di desa sekaligus mengenal masyarakat secara dekat. “Rencananya juga pak Menteri akan menginap di Desa setempat, sekaligus mengenal masyarakat setempat,”tutupnya. (adv)
Editor : Erwin