Fadhil menyebutkan jalan ini dibutuhkan guna kelancaran produktivitas mengangkut perikanan dan pertanian dari Desa Melintang dan Desa Sebemban menuju Kota Bangun, yang menjadi pusat perdagangan utama.
“Sekitar 3 kilometer jalan telah diperbaiki, saat ini masih ada 9 kilometer yang perlu penanganan. Rutenya itu dari Desa Muara Wis ke Desa Kota Bangun Seberang tersisa sekitar 5 kilometer, sementara dari arah sebaliknya masih 4 kilometer,” ucap Fadhil.
Jalan ini belum mendapat perbaikan sejak 2018. Perbaikan baru dimulai pada 2023 dari arah Kecamatan Kota Bangun dan dilakukan secara bertahap.
Harapannya proses dapat dipercepat agar manfaatnya dapat dirasakan segera oleh warga.
“Jalan ini sangat diperlukan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan nelayan yang bergantung pada kemudahan akses ke Kota Bangun,” ucapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dapat mempercepat proses perbaikan jalan agar akses antar desa menjadi lebih baik.
“Kami berharap pembangunan ini rampung lebih cepat hingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Supiansyah