Sebelumnya Pemkab Kukar telah melakukan studi komperasi dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Gajah Mada (UGM) dalam menelaah program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS), guna pemenuhan tenaga spesialis di Kukar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan pihaknya telah melakukan review kerjasama untuk menyediakan tenaga kesehatan khususnya tenaga spesialis, dan hal ini mendapatkan apresiasi dari pihak Universitas, karena menjadi Kabupaten/Kota yang peduli terhadap masa depan dan cita-cita generasi muda di Kukar.
“Nanti pra kuliah, kita sudah menentukan dokter spesialis yang akan di sekolahkan, jumlahnya nanti menyesuaikan kebutuhan daerah,” jelasnya, Senin (11/11/2024).
Kata Sunggono, rencana ke depan dalam pengusulan Anggaran 2025, Pemkab Kukar menawarkan akan ada beasiswa PPDS bagi mahasiswa/i kedokteran yang akan menempuh jalur pendidikan spesialis, dengan adanya rencana ini mereka juga berkordinasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam penyediaan tenaga kesehatan. “Kita saat ini akan membangun rumah sakit Muara Badak, sehingga kita butuh untuk pemenuhan di sana,” ujarnya.
Sedangkan anggaran yang disediakan saat ini Pemkab Kukar, masih menunggu rilis dari pihak Universitas mengenai pembiayaan keseluruhan yang dibutuhkan nantinya.
“Meskipun kuota yang disediakan sedikit kami harap dapat memenuhi kebutuhan tenaga medis khususnya Dokter Spesialis, dan nantinya akan ada proses seleksi,” ucapnya.
Program ini di tahun 2025 akan dijadikan beasiswa PPDS, khususnya putra-putri terbaik Kukar yang disyaratkan telah menempuh pendidikan S1 Kedokteran.
“Pihak UGM dan Unhas juga menyambut baik, kami diminta segera menyampaikan konsep dan salah satu syaratnya nanti agar dapat kembali megabdi di Kukar,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur