Pantai Biru menjadi salah satu destinasi unggulan yang diminati oleh wisatawan lokal maupun dari luar Kukar.
Saat ini, Pemdes Kersik sedang mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana pendukung untuk memaksimalkan daya tarik wisata ini.
Kepala Desa Kersik, Jumadi, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sekretariat Pokdarwis dan masterplan desa wisata tahun 2024. Selain itu, Pemdes Kersik mendapatkan bantuan pelatihan selam dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pariwisata.
“Saat ini telah ada enam warga Desa Kersik yang bersertifikasi penyelam. Ke depannya, wisata diving di Pantai Biru Kersik akan segera dibuka, tetapi masih menyiapkan SDM dan fasilitas pendukung harus lebih dahulu ditingkatkan,” ujar Jumadi.
Jumlah pengunjung ke Pantai Biru Kersik terus meningkat, bahkan di malam hari. Guna menambah daya tarik, Pemdes Kersik telah membangun dermaga yang dilengkapi penerangan, ruang terbuka untuk bersantai di pintu masuk, serta akan menambahkan tugu ikonik.
“Kami membuka wisata pantai ini dari pagi hingga malam, karena antusias pengunjung cukup tinggi,” jelasnya.
Pantai Biru Kersik terbuka untuk umum, di mana pengunjung bisa menikmati pesona alam sambil melakukan berbagai kegiatan seperti berkemah atau acara keluarga. Akses menuju pantai ini cukup mudah, yaitu sekitar 2,5–3 jam dari Tenggarong, 30 menit dari Bontang, 1 jam dari Muara Badak, dan 2 jam dari Samarinda.
Pantai ini menawarkan pemandangan yang memukau dengan ombak yang tenang, hamparan pasir yang bersih, serta berbagai fasilitas seperti saung, warung, jembatan berlampu menuju laut, dan spot foto instagramable. Bagi pengunjung yang gemar fotografi, pantai ini menyediakan banyak objek menarik yang bisa diabadikan.
“Pantai Biru Kersik menjadi favorit warga Kukar, termasuk wisatawan dari Samarinda, Bontang, dan Tenggarong. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir yang terjangkau, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan ke pantai ini,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin