Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Disdikbud Kukar, Puji Utomo mengatakan sebelumnya keterlambatan honor bagi 800 penari Tari Massal Erau Adat Pelas Benua 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya telah dibayarkan melalui pihak ketiga penyelenggara EO yang sistemnya diberikan secara langsung kepada para peserta tari massal.
“Mengenai pertanyaan terkait keterlambatan honor ini sifatnya wajar, tetapi kendalanya berada sistem SIPD mengalami gangguan di pusat,” jelas Puji Utomo.
Pihaknya juga menerangkan dana yang diterima para penari sebesar 1,5 juta dan dipotong Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen dan Pajak Penghasilan (PPH) dua persen. “Jumlah yang mereka terima karena adanya pajak sebesar Rp1,5 juta menjadi Rp1.324.325," ujarnya.
Sementara perwakilan Event Organizer (EO) penari, Deprianur mengaku honor sebesar Rp1.324.325 itu telah diserahkan kepada 740 orang para penari.
Disamping itu, Deprianur selaku pihak penyelenggara Tari Massal selaku EO memaparkan bahwa honor tersebut langsung dibayarkan segera setelah dana cair. “Saat pencairan kami langsung menbayarkan kepada para penari,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini honor telah dibagikan kepada 740 penari, sementara masih ada 60 penari lainnya masih diharapkan untuk mengambil hak mereka di sanggar TOS.
“Sisanya ini ada yang izin, dan bepergian segera mungkin konfirmasi dari mereka akan diambli,” tutupnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Disdikbud Kukar berharap kepada masyarakat, khususnya para penari agar terlibat dalam pelaksanaan pembukaan erau selanjutnya, serta memahami situasi uang terjadi karena keterlambatan tersebut murni karena adanya kendala teknis yang diluar prediksi Disdikbud Kukar. (Adv)