Ridha menyambut positif kegiatan ini karena kita bisa bertemu sekaligus bersilaturahmi dengan beberapa pelaku-pelaku pariwisata baik dari para manajer hotel yang ada di Kota Tenggarong juga yang ada di Kota Samarinda, ada juga beberapa pelaku dari sektor swasta.
“Memang saya juga punya keyakinan bahwa pariwisata maju itu ketika sektor swasta yang banyak bergerak, seperti pengembangan destinasi maupun sektor ekonomi kreatif,” kata Ridha kepada korankaltim.com.
Dari kegiatan bincang-bincang DTW ini Ridha menyebutkan, banyak masukan dari berbagai pihak agar destinasi wisata yang ada di Kukar mengalami perbaikan maupun dilakukan inovasi dan gebrakan baru agar mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan. “Khusus di Kota Tenggarong saja cukup banyak tempat-tempat destinasi wisata yang menjadi PR kita bagaimana mempromosikan itu yang lebih efektif. Sebenarnya yang sudah berjalan itu ketika orang datang ke Tenggarong itu mereka juga ke Tenggarong Seberang,” sebutnya.
Terkini lanjut Ridha kunjungan wisatawan ke Kota Tenggarong pasti mendatangi Museum, Planetarium, kemudian Ladaya dan Taman Gubang serta Danau Danurdana yang di Tenggarong Seberang.
Kedepan pihaknya berencana akan mengemas destinasi wisata andalan ini dalam bentuk story telling yang disajikan dalam bentuk video promosi pada akun medsos resmi Dispar maupun akun medsos di masing-masing pelaku usaha penggiat destinasi wisata serta pelaku ekonomi kreatif.
“Kedepan kita berupaya bagaimana kita bisa mengemas promosi itu lagi lebih efektif seperti historis bentuk video telling. Ini kan kami lagi dengan Bappeda juga proses pembangunan untuk menyusun perencanaan strategis,” terangnya.
Penyusunan ini dilakukan dalam rangka menyusun rencana strategis lima tahunan, saat ini masih dalam tahap pendahuluan kemudian mengevaluasi capaian-capaian termasuk juga bagaimana nanti program-program yang sudah dilaksanakan itu apakah sudah efektif atau tidak. “Kita bahas dan lakukan evaluasi semua mulai dari pemasarannya kemudian pengembangan destinasi dan kelembagaan maupun pengembangan ekonomi kreatifnya,” sebut Ridha. (adv)