Yakni dengan menjalankan kegiatan pengangkutan sampah serta mengoptimalkan fungsi bank sampah yang dikelola oleh desa.
"Sampai sekarang kegiatan pengangkutan sampah yang kita lakukan masih berjalan. Dimana sampah ini diangkut sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk di buang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)," kata Kepala Desa Muara Ritan, Ardy Maroni.
Selain kegiatan pengangkutan sampah, pemerintah Desa Muara Ritan juga mengoptimalkan bank sampah yang baru berjalan sejak awal tahun 2024.
"Bank Sampah Muara Ritan ini menghimpun sampah yang bisa didaur ulang. Seperti plastik, kardus dan botol," ujarnya.
Bank sampah tersebut sudah memiliki nasabah yang berasal dari warga setempat dan juga desa sekitarnya. Dimana para nasabah tersebut berasal dari berbagai kategori usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Selanjutnya, sampah yang sudah dikumpulkan akan dijual. Salah satunya dengan jalinan komunikasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.
"Nanti hasilnya (penjualan) akan dicatat dalam buku kas dan bisa diambil setiap 6 bulan atau setahun sekali. Bisa berupa uang, logam mulia seperti emas atau barang kebutuhan sehari-hari lainnya," pungkasnya. (Adv)