Dalam rapat tersebut, beberapa poin kesepakatan sudah didapatkan dan akan segera dilaksanakan. Salah satunya adalah pemindahan lokasi CFD ke kawasan budaya yakni di sekitaran Museum Mulawarman dan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
"Sudah disepakati pemindahan lokasinya dan ini bisa dilaksanakan. Rencananya di tanggal 19 Mei mendatang akan launching lokasi CFD yang baru," kata Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi melalui Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Abror Sungudi kepada korankaltim.com.
Dijelaskannya, lokasi baru yang akan digunakan untuk CFD ini diantaranya adalah Jalan Diponegoro, Sutoyo, Monumen Timur dan Jalan Tepian Pandan. Selanjutnya juga akan ada rekayasa untuk mobilisasi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
"Seperti jalan yang berada di depan Museum Mulawarman, di sana kan ada dua jalur. Penggunaannya jalur sebelah sungai tetap digunakan untuk mobilisasi kendaraan sedangkan jalur lainnya untuk area CFD. Sehingga ini tidak mengganggu lalu lintas yang melewati jembatan menuju arah Kelurahan Timbau dan sebaliknya," bebernya.
Kemudian, untuk lokasi parkir, Dishub Kukar juga melakukan rekayasa. Dimana lokasi parkir ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu jalan S.Parman, kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Monumen Pancasila dan Langgar An-nur.
"Juga ada parkir alternatif yakni di Planetarium Jagat Raya jika memang tidak mencukupi. Sebab, pengunjung CFD bisa datang dari berbagai arah karena lokasinya tepat di tengah kota," imbuhnya.
Selanjutnya, untuk pengaturan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang biasanya mengisi jalur CFD. Pihaknya mengatakan bahwa hal ini diatur lebih lanjut oleh dinas terkait, seperti Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM serta Satpol PP.
"Nanti mereka yang atur, dimana lokasi yang dipakai dan untuk pembagian pedagangnya. Untuk lokasi awal yang sudah dirapatkan adalah di Jalan Tepian Pandan dan Jalan Sutoyo. Sedangkan di hadapan Museum dan Kedaton tidak ada pedagang yang berjualan disana," pungkasnya. (adv)
Editor: Maruly Z