"Kami sepakat memang kalau untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar para nelayan petani itu memang sudah kita laksanakan diprioritaskan tapi memang bentuknya dititipkan untuk sementara ini di SPBU terdekat," kata Bupati Kukar, Edi Damansyah belum lama ini.
Penyaluran BBM ini lanjut Edi dilakukan berbasis pada data, misalkan kelompok tani itu jumlahnya berapa kemudian jumlah peralatan yang digunakan berapa, sehingga diberikan oleh Pertamina dengan kuota jumlahnya sekian.
"Itu dititip dulu di SPBU terdekat seperti itu kita mengatasi, persoalannya sama seperti nelayan itu juga kebutuhannya juga seperti itu tapi saya bersepakat dengan yang disampaikan kawan-kawan Muara Muntai dan Sangasanga ke depannya memang diperlukan (investasi kebutuhan energi)," ungkapnya.
Edi menegaskan usulan tersebut akan dilakukan kajian dulu, karena sifatnya investasi dan jika memang memungkinkan, maka bisa saja dilakukan. "Tapi kalau memang belum ada pihak yang mau berinvestasi ya salah satu kemungkinan yang akan kami dorong adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) MGRM (Mahakam Gerbang Raja Migas) misalkan salah satu BUMD kami yang bergerak memang di bidang energi," tegasnya. (adv)
Editor: Maruly Z