Sekda menyebutkan, saat ini kita berada pada tahapan penyusunan RPJPD ke enam, sebelumya telah dilakukan kick off forum RPJPD, konsultasi publik, konsultasi gubernur, penyempurnaan jadi rancangan, dan di Musrenbang awal pekan ini disampaikan penyempurnaan RPJPD yang sudah mendapatkan konsultasi dari gubernur.
"Dari 12 tahapan InsyaAllah Agustus sudah bisa kita tetapkan, ini menjadi dasar siapapun maju kepala daerah dokumen ini menjadi bagian penting visi misi, tidak bisa dipisahkan dengan RPJMD, RPJP Provinsi, RPJPD selama 4 periode bupati dari 2025 - 2045," kata Sunggono.
Ia mengungkapkan, dari seluruh pemimpin atau Bupati terdahulu, dimana seluruh tahapan dari 20 tahun yang telah dilewati, predikat Kukar sangat tinggi dan sudah tepat dalam menterjemahkan seperti apa RPJPD itu harus dicapai. "Kita berikan apresiasi buat para pemimpin kita sehingga dalam 20 tahun predikat kita sangat tinggi dengan sudah tepat dalam menterjemahkan seperti apa RPJPD itu dicapai," ungkapnya.
Pada perjalanannya menuju 2025-2045, Sunggono menyebutkan Kukar akan berada pada kondisi mau tidak mau suka tidak suka yakni pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan diprediksi mencapai 738.291 juta sekian pertumbuhan penduduk.
"Akan datang migrasi penduduk dampak IKN dan perkembangan dari Kota Samarinda dan Balikpapan, ada hal menarik dinamikanya karena jumlah wanita lebih sedikit dari pada pria. Struktur penduduk yang ada ini terlihat bahwa prediksi kita sampai 2045 akan didominasi penduduk dengan bonus demografi, yang kurang produktif sangat sedikit," sebutnya.
Itulah mengapa saat ini Kukar konsen agar program-program yang dicetuskan Bupati Edi Damansyah dan Wabup Rendi Solihin dilakukan dengan sangat baik terutama penanganan stunting, sehingga bonus demografi yang akan didapatkan nantinya tidak menjadi musibah.
"Kita optimis bisa menyongsong 2025-2045, Kukar Emas Berbudaya, Pusat Pangan, Pariwisata dan Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan, bisa kita raih dan realisasikan," tegas Sunggono. (Adv)
Editor: Aspian Nur