Salah satu upaya tersebut adalah dengan meningkatkan peran serta Posyandu yang ada di setiap desa maupun kelurahan yakni dengan mengoptimalisasikan kader-kader Posyandu yang sudah terbentuk. "Kami sudah inventarisasi Posyandu yang ada di Kabupaten Kukar, jumlahnya ada sekitar 799 Posyandu balita," kata Kepala DPMD Kukar, Arianto pada Rabu (3/4/2024).
Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dari Posyandu ini gedungnya belum layak. Sehingga ada kekhawatiran atau keengganan sasaran Posyandu untuk terlibat di dalamnya. "Ini yang menjadi perhatian pemerintah, bagaimana kita meresponnya untuk bisa meningkatkan kesadaran sasaran Posyandu. Jadi kita akan perbaiki atau dirikan bangunan baru," ungkapnya.
Sementara itu, berkaitan dengan kader Posyandu yang bertugas memberikan pelayanan, seyogyanya harus ada 5 anggota di dalam Posyandu. Tetapi jumlahnya sampai saat ini masih kurang maksimal.
"Tahun 2023 kemarin baru satu orang kader Posyandu yang kita berikan pelatihan, yakni Ketua Posyandunya. Nah, untuk tahun 2024 ini kita upayakan menambah lagi sebanyak dua orang di setiap Posyandu. Sehingga harapannya pelayanan Posyandu bisa semakin optimal dalam memberikan wawasan serta upaya mencegah dan menangani stunting sejak dini," pungkasnya. (adv)
Editor: Maruly Z