Edi mengatakan dalam Musrenbang ini ada hal yang memang benang merahnya harus disambung balik. “Misalnya fokus kita pertanian dan infrastrukturnya, seperti yang di Bukit Biru itu paling kan hanya sekitar 4 kilometer dari kantor tapi kesulitan air sampai ndik nanam sida (petani) kasihan,” kata Edi kepada awak media.
Maka dari itu lanjut Edi, RKPD 2025 harus diselesaikan beberapa persoalan seperti masalah pertanian yang disebutkan tadi. Kemudian Edi menyatakan dan memberi penekanan agar forum Musrenbang ini jangan hanya sekadar seremoni.
“Itu yang selalu saya ingatkan kepada jajaran, jadi memang baik kegiatan forum seperti ini, tapi bagaimana substansinya dapat, dan jadi komitmen bersama baik dari jajaran tingkatan kabupaten kecamatan desa kelurahan itu yang memang harus,” ujarnya.
Sehingga dokumen yang dihasilkan di dalam forum Musrenbang ini berdasarkan fakta di lapangan, maka kualitas belanja juga akan membaik, itulah yang selalu Edi arahkan kepada jajaran kepala perangkat daerah. Khususnya Bappeda untuk melakukan kontrol pada hal itu, jadi tidak boleh lagi di pagu sembarang, nanti basisnya program kegiatan yang berkaitan dengan kinerja.
“Ada beberapa OPD yang saya serahkan khusus itu tidak boleh lagi, harus dikendalikan sehingga nanti persoalan-persoalan misalkan sektor pertanian itukan paling vital banyak seperti saya contohkan pas kemarau kemarin itukan ga nanam petaninya karena ga ada airnya, sementara air itu menjadi prioritas pertama kita,” tegasnya.
Pada kesempatan Musrenbang ini, Edi atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0906/KKR beserta jajaran sehingga di tahun ketiga karya bakti TNI khususnya kerja sama di pertanian itu terus teralisasi.
“Alhamdulillah sudah teratasi seperti jalan usaha tani, cuman ada titik-titik tertentu yang menjadi fokus kita, misalkan sumber air sulit ada sumur disitu direalisasikan, nah ini tetap melalui kerja sama kami bersama Kodim 0906/Kukar melalui program karya bakti TNI,” demikian Edi. (Adv)
Editor: Maruly Z