Berkaca dari banyaknya kegiatan yang telah dilakukan oleh perangkat daerah, Edi berpesan dan meminta kepada para kepala OPD agar konsisten.
"Konsistensi itu perlu, karena banyak program kegiatan kita yang terkait dengan generasi muda generasi milenial yang kita fasilitasi tetapi setelah kita berikan fasilitasi namun tidak dikawal," kata Edi.
Satu diantara OPD yang cukup baik dalam melakukan pengawalan salah satu program kegiatannya ialah Dispora, yakni melalui program klinik kewirausahaan.
"Jadi yang selalu saya pesankan pelatihan itu dilaksanakan tapi ini tolong dikawal terus sehingga yang dilatih ini bisa berkreativitas apalagi kalau bicara kewirausahaan, yang dilatih ini diharapkan sudah bisa masuk ke dunia usaha," ujar Edi.
Kepada pelaku usaha muda milenial, orang nomor satu Kukar ini juga berpesan agar mengingat pentingnya sebuah proses dalam meraih sebuah tujuan yang besar. "Diingat adek adek anak-anak ku sekalian tidak ada hal yang besar kita capai kalau tidak dimulai dari hal-hal yang kecil, ini kita mulai hal kecil nanti harapannya untuk yang lebih besar, tapi sekali lagi konsisten jangan sampai ada oknum di dinas menyalahgunakan kewenangan, cukup yang sudah terjadi jangan sampai terulang lagi, sebetulnya kegiatan seperti ini (FKPR, red) tamparan ke Dinas Pariwisata," terangnya.
Bicara kreatif anak muda itu ada di Dispar, hanya saja selama ini tidak ada jalan makanya diambil alih oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
"Nanti disesuaikan kembali Dispora ini untuk membagi peran fungsinya, kenapa harus penting dibagi peran fungsinya karena program kegiatan dan pembiayaan itu supaya lebih fokus kita memfasilitasi anak-anak muda Kutai Kartanegara, memfasilitasi generasi milenial di Kutai Kartanegara," sebut Edi. (adv)