Dimana program tersebut untuk tahun 2024 ini akan difokuskan kepada kegiatan penguatan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan seperti gotong royong atau kegiatan yang dilaksanakan pada hari besar nasional maupun keagamaan. Tentunya dengan alokasi anggaran yang sedikit lebih besar dibanding sebelumnya.
"Jadi memang fokusnya untuk penguatan kegiatan kemasyarakatan. Tetapi kita masih memperbolehkan RT yang baru untuk melakukan pengadaan handphone dan motor. Sebab ada sekitar 30 RT lebih yang memang baru terbentuk," kata Kepala DPMD Kukar, Arianto pada Rabu (20/3/2024).
Sementara itu, ditanya mengenai adanya usulan untuk ditingkatkannya nilai program dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta per RT. Arianto menjelaskan bahwa usulan ini memang ada disampaikan ke Bupati Kukar, Edi Damansyah.
"Usulan ini disampaikan ke Bupati Kukar sehingga direspon dan akan dilakukan kajian. Kalau dalam kajian tersebut memang diperlukan untuk bisa menambah anggaran menjadi Rp100 juta, kenapa tidak," ujarnya.
"Sepanjang dalam kajian anggaran ini memang dibutuhkan dan bisa membantu percepatan serta bisa mengatasi masalah ditingkat RT. Tentunya yang juga disesuaikan dengan anggaran daerah," timpalnya.
Namun yang perlu diingat adalah program yang sedang berjalan sekarang ini harus dijalankan sampai tuntas. Sebab, program tersebut sudah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021-2026.
"Tidak boleh berubah ditengah jalan, kalau memang kajian nanti disetujui mungkin bisa dilaksanakan sesuai RPJMD dan komitmen baru selanjutnya," tutupnya. (Adv)