“Iya benar memang banyak diantara yang berkunjung adalah anak-anak sekolah, karena kan sebagai ajang edukasi benda-benda langit dan pengetahuan alam dan kondisi terkini jagad raya kita,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kukar M Ridha Fatrianta kepada korankaltim.com, Selasa (19/3/2024).
Planetarium Jagad Raya Tenggarong menjadi salah satu wahana pendidikan yang memungkinkan masyarakat umum mengenal objek-objek langit yang tersebar di seluruh penjuru jagad raya. Melalui proyektor khusus di dalam ruangan berbentuk kubah dengan diameter 11 meter ini, pengunjung dapat menyaksikan proyeksi dari berbagai benda langit dalam suatu format pertunjukan yang cukup atraktif.
Kompleks planetarium yang berada di sebelah utara kompleks Museum Mulawarman, tepatnya di Jalan Diponegoro, Tenggarong ini merupakan planetarium ketiga setelah Planetarium Jakarta dan Surabaya.
Dalam sejarahnya, Planetarium Jagad Raya Tenggarong diresmikan pada 16 April 2003 oleh Wakil Presiden RI ketika itu, Hamzah Haz. Planetarium ini memiliki ruang pertunjukan, ruang pameran dengan berbagai poster luar angkasa, dan fasilitas perpustakaan.
Planetarium ini menggunakan proyektor bintang Sky Master ZKP-3 produksi Carl-Zeiss Jerman sebagai proyektor utamanya. Selain proyektor utama, terdapat sembilan proyektor lain, yaitu delapan proyektor slide yang enam di antaranya memiliki kemampuan allsky projection dan sebuah proyektor meteor. Ruang pertunjukan di planetarium ini berada di lantai dua dengan kapasitas maksimal 92 tempat duduk.
Wahana ini dibuka setiap hari, termasuk hari libur nasional dari jam 08.00-14.00 WITA. Diakui Ridha, selama bulan puasa ini kunjungan memang sedikit mengalami penurunan, tentu hal ini tidak terlepas karena selama bulan Ramadan banyak sekolah-sekolah yang tidak melakukan full pembelajaran, bahkan meliburkan siswa –siswi nya. “Untuk kunjungan kurang dari hari-hari normal (selain Ramadan,),” tutup Ridha. (Adv)
Editor: Aspian Nur