Hal ini disampaikan setelah pihaknya melakukan penghitungan berdasarkan dari data ketersediaan energi. Dimana penghitungan ketersediaan energi ini dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk oleh Disketapang Kukar.
"Ada tim analisis neraca bahan makanan, dari penghitungan ketersediaan energi tersebut didapat hasilnya sudah melebihi batas ideal," kata Kepala Disketapang Kukar, Sutikno didampingi Sekretaris Disketapang, Ananias.
Berdasarkan perhitungan ketersediaan energi ini, Kabupaten Kukar sudah diangka 2.513 kilo kalori per kapita per hari. Jumlah tersebut sudah berada di atas dari angka idealnya ketersediaan energi di suatu daerah, yakni di angka 2.400 kilo kalori per kapita per hari.
"Disketapang melihatnya dari angka ketersediaan energi ini. Artinya insha allah ketersediaan pangan kita aman," ujarnya.
Perhitungan ketersediaan energi ini dilakukan bersumber dari dua hal, yakni produksi bahan pangan dari dalam Kabupaten Kukar dan dari impor luar daerah. Produksi tersebut berupa komoditas seperti beras, jagung, kedelai, minyak goreng, gula pasir dan sebagainya.
"Ini berdasarkan data yang diambil dari dinas teknis, seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan perdagangan. Jika disimpulkan maka ketersediaannya sudah mencukupi kebutuhan dan didukung dengan distribusi yang baik juga," bebernya. Meskipun secara ketersediaan bisa dipastikan aman tetapi jika ada kerawanan pangan maka Disketapang Kukar sudah punya stok untuk melakukan intervensi.
"Terutamanya jika ada dampak bencana banjir atau el-nino yang menyebabkan gagal panen. Pemerintah daerah pasti akan turun tangan. Harapan kami juga sebaiknya kejadian ini bisa dilaporkan sehingga segera dilakukan intervensi karena masih ada yang enggan untuk melaporkan kalau ada kejadian gagal panen," pungkasnya. (Adv)
Editor: Maruly Z