Festival tersebut tepatnya akan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember mendatang yang akan diisi dengan berbagai penampilan kesenian dari para peserta. Baik itu dari etnis suku yang ada di Kecamatan Tabang maupun masing-masing desa dan kelompok serta pegiat seni.
"Pesertanya tidak hanya eksklusif untuk masyarakat mayoritas etnis Dayak, tetapi juga untuk seluruh etnis adat istiadat yang ada di wilayah Kecamatan Tabang. Seperti etnis suku Kutai, Banjar dan Bugis," kata Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat pada Kamis (16/11/2023).
Festival ini merupakan upaya untuk melestarikan adat, budaya dan istiadat sekaligus sebagai kesempatan guna menunjukkan kesenian yang digalakkan masing-masing desa, kelompok dan pegiat seni agar sama-sama saling menghargai dan menjunjung nilai adat-istiadat serta budaya masing-masing.
"Sebab, Kecamatan Tabang merupakan salah satu kecamatan yang memiliki adat dan budaya yang majemuk. Sehingga diharapkan masyarakatnya tetap terbuka dan saling menghargai satu sama lain," bebernya.
Event yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut juga diharapkan kedepannya bisa menjadi agenda tetap di Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Tentunya dalam upaya menjaga dan melestarikan seni, budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv)
Editor: Maruly Z