Tentu ini berkat dukungan semua pihak dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten hingga provinsi bahkan peran dari lembaga legislatif. Sejarah terbangunnya SMA Negeri 2 Muara Kaman yang beralamat lengkap di Jalan Reformasi Nomor 62 RT.02 Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman ini tidak terlepas dari peran tangan dingin Kepala Desa setempat yakni Ardinansyah.
Kades yang akrab disapa Haji Nan ini mulanya cukup resah karena sekolah tingkat atas yang berada cukup jauh dari tempat tinggal anak-anak asal Desa Benua Puhun dan desa tetangga. Akhirnya dengan memaksimalkan semua sektor pemangku kepentingan, dirinya mampu memperjuangkan dan turut berperan dalam pembangunan SMAN 2 Muara Kaman ini dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu), Dana Alokasi Khusus (DAK), perangkat daerah terkait juga APBD.
“Alhamdulillah semua anak-anak sekarang sekolah SMA-nya di SMA 2 Muara Kaman yang terletak di Desa Benua Puhun. Anak-anak Desa Teratak, Berakit, Lekaq Kidau, Lebaholak, Rantau Hempang bersekolah di situ semua,” kata Haji Nan kepada korankaltim.com, Jumat (20/10/2023).
Ia mengungkapkan, peran kepala desa pada pembangunan sebuah desa sangat sentral, sehingga dituntut untuk bisa keluar dan tidak hanya terfokus memaksimalkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) saja untuk pembangunan di desanya.
“Harus keluar dan alhamdulillah kami dapat dana Bankeu, DAK, dari PU, Perkim, APBD murni, jadi yang mengerjakan ADD DD itu cukup Sekdes, Kaur kasi ada BPD. Saya serahkan ke mereka, mereka yang mengerjakan semuanya namun kita selaku kades memantau kegiatan ini, dari satu item sampai puluhan item harus terlaksana semua, kita kades berperan jadi pengawas,” ungkapnya.
Sukses berperan untuk pembangunan SMAN 2 Muara Kaman, pembangunan beberapa infratsruktur di Desa Benua Puhun juga intens dilakukan, seperti kegiatan rehab gedung Balai Pertemuan Umum, kemudian pembangunan tribun penonton di Lapangan Sepak Bola Gelora Haur Kuning Desa Benua Puhun serta pembangunan akses ruas jalan desa.
“Kita kolaborasikan pembiayaannya, maksudnya diperuntukkan ke kepala desa supaya tidak kaku. Semua pembangunan bisa terlaksana maksimal ketika antara kepala desa dan perangkat di bawahnya sehat dalam berorganisasi, kalau sehat maka masing-masing peranan semisal BPD juga bisa mengusulkan pembangunan apa yang jadi skala prioritas diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, kepentingan sosial keagamaan, kemasyarakatan hingga pemberdayaan kepemudaan,” demikian Haji Nan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin