SPAM desa ini dibangun di sejumlah desa yang ada di wilayah Kukar sebagai bagian dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). "Dalam SPAM desa ini, dibangun Water Treatment Process (WTP) atau dikenal Instalasi Pengolahan Air (IPA)," kata Plt Kepala Disperkim Kukar, M Aidil pada Kamis (19/10/2023).
Lebih lanjut, pembangunan SPAM desa ini meliputi pembangunan reservoir dan juga jaringan menuju rumah masyarakat. Sama halnya seperti apa yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan perkotaan. "Jadi hasil air dari SPAM desa ini setara dengan PDAM, pengolahannya sekitar 2,5 liter per detik dan dialirkan ke rumah-rumah melalui jaringan yang dibangun," jelasnya.
Ditargetkan pada 2023 ini, sebanyak 50 desa di Kabupaten Kukar bisa terlayani untuk air bersih tersebut. Dimana lokasi pembangunan ini menyasar desa-desa yang cukup jauh. "Sudah ada beberapa desa yang dibangun di APBD Murni tahun 2023, untuk di anggaran perubahan ini, kita targetkan 20 desa lagi. Hingga nanti bisa mencapai target sebanyak 50 desa," tuturnya.
Tidak hanya untuk pembangunan, program yang dikerjakan oleh Disperkim Kukar ini juga memberikan bantuan berupa tandon air bagi masyarakat di wilayah tersebut. Sekitar 3.000 tandon air dengan kapasitas 600 dan 1.200 liter sudah didistribusikan untuk masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan SPAM desa.
"Harapannya masyarakat yang sudah puluhan tahun belum bisa menikmati air bersih bisa segera merasakannya dengan program ini," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin