"Sebab pada hari ini masih ada titik pertanian yang belum optimal dikelola. Saya minta update kembali maping datanya," ucap Edi Damansyah pada Senin (16/10/2023).
Terutamanya dalam kondisi cuaca sekarang ini bagi kawasan pertanian di Kabupaten Kukar yang sekitar 80 persen adalah tadah hujan. Sawah-sawah tersebut rentan terhadap kondisi cuaca pada saat musim kemarau. "Waspada, antisipasi dan lakukan percepatan infrastruktur. Pemerintah daerah harus bisa memfasilitasi," tegasnya.
Edi mengambil contoh dengan kawasan sawah sekitar 300 hektare di Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong yang mengalami kesulitan air. Hal tersebut harus bisa diwaspadai dan ditangani semisalnya dengan melakukan pendistribusian air.
"Memang, pemerintah punya keterbatasan tidak bisa menjangkau ke seluruh titik. Tapi paling tidak ada langkah-langkah yang disiapkan seperti melakukan pipalisasi. Lakukan pipalisasi dan pompa yang memang sudah sesuai dengan standarnya," sebut Edi.
Dalam penguatan sektor pertanian di Kutai Kartanegara, Edi juga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/KKR.
Sebab melalui program kerjasama karya bakti dengan Kodim 0906/KKR, saat ini sudah terlihat dampaknya. Dimana program karya bakti tersebut sudah sekitar 70 persen rampung dikerjakan.
"Semoga dengan langkah dan kerja bersama ini bisa mewujudkan Kutai Kartanegara menjadi lumbung pangan di Provinsi Kaltim," harap Edi. (Adv)
Editor: Aspian Nur