Hadir dalam launching tersebut dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kaltim dan Bankaltimtara serta didukung oleh PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim. "Jadi KKI ini sebagai lanjutan dari program yang sebelumnya dilaunching untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," kata Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Hampir sama seperti KKI untuk UMKM, program KKI bagi nelayan, petani dan pembudidaya ini juga memberikan kemudahan dengan bunga 0 persen dan dengan platform senilai Rp 50 juta. Kemudian jangka waktu yang diberikan berkisar 36 bulan dengan pembayaran secara periodik atau ketika masa panen.
"Ini memberikan akses kemudahan dan hanya mengembalikan pokoknya saja, tidak ada bunga pinjaman. Sehingga ini bisa memudahkan masyarakat tanpa harus meminjam modal dengan rentenir," bebernya.
Dalam program KKI untuk nelayan, petani dan pembudidaya ini, pemerintah Kabupaten Kukar bekerja sama dengan pihak Bankaltimtara melalui penyertaan modal. "Jadi sudah kita alokasikan penyertaan modal kepada Bankaltimtara. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa membawa manfaat dan dampak bagi masyarakat," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin