Kepala Diskominfo Kukar, Dafip Hariyanto menyebutkan, ada tiga pola efektif untuk menghilangkan blank spot di Kukar, yaitu penguatan dari pemerintah daerah, kementerian dan rencana bisnis oleh provider yang dilakukan di Kukar.
"Intervensi ada tiga, dari pemerintah daerah membantu penguatan sinyalnya, kedua dari kementerian Kominfo yaitu kegiatan BAKTI itu non 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan) kemudian yang ketiga ada rencana bisnis yang kita koneksikan dari pemerintah daerah dengan beberapa provider, jadi skema untuk mengeroyok bagaimana tempat kita itu tidak blank spot dengan tiga pola ini," kata Dafip kepada korankaltim.com, Selasa (10/10/2023).
Dafip mengakui ada beberapa kendala di Kukar yang menyebabkan blank spot masih saja terjadi di kawasan tertentu. Diantara kendalanya ialah banyaknya gunung, lembah dan faktor cuaca, selain itu juga sebaran penduduk Kukar yang tidak merata.
"Itu kendala yang kita hadapi di Kukar, namun terus kita lakukan koordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait misal DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan juga kawan-kawan kecamatan selain itu juga koordinasi yang intensif bersama kawan-kawan provider baik itu untuk persoalan BTS ataupun cakupan ketersediaan jaringan," tegasnya.
Untuk diketahui, selain menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Diskominfo juga rutin melakukan pemeliharaan dan operasional terhadap Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun. Sebagai informasi, BTS adalah suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin